Motorola Razr Fold Memimpin DXOMARK, Kamera Lipatnya Tak Lagi Kompromi

Author: Redaksi Android62

Motorola Razr Fold meraih skor kamera 164 dan menempati posisi pertama pemeringkatan DXOMARK untuk kategori ponsel foldable dan flip global. Hasil itu menempatkan ponsel lipat layar besar pertama Motorola sebagai perangkat yang menonjol di tengah persaingan fotografi mobile.

Pencapaian tersebut menjadi penting karena kamera kerap dipandang sebagai bagian yang harus dikompromikan saat konsumen memilih ponsel lipat. Motorola justru mengandalkan sistem tiga kamera belakang 50 MP untuk membawa kemampuan kamera kelas flagship ke desain foldable.

Tiga Kamera 50 MP

Konfigurasi belakangnya terdiri atas kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 828, aperture f/1.6, autofocus, serta optical image stabilization atau OIS. Kamera ini menjadi perangkat utama untuk fotografi dan perekaman video dalam beragam kondisi pencahayaan.

Kamera ultrawide 50 MP menawarkan sudut pandang 122 derajat dan autofocus untuk kebutuhan pemotretan makro. Sementara itu, kamera telefoto periskop 50 MP memakai sensor Sony LYTIA 600 dengan zoom optik 3 kali serta zoom digital hingga 100 kali.

Komponen Spesifikasi Utama Kegunaan
Kamera utama 50 MP Sony LYTIA 828, f/1.6, OIS Foto utama dan video
Kamera ultrawide 50 MP, sudut pandang 122 derajat Foto lebar dan makro
Telefoto periskop 50 MP Sony LYTIA 600, zoom optik 3 kali Pemotretan jarak jauh
Kamera depan 32 MP internal dan 20 MP layar cover Selfie dan panggilan video

Penggunaan sensor Sony LYTIA pada kamera utama dan periskop menjadi salah satu pembeda Motorola Razr Fold di segmen perangkat lipat. Ponsel ini juga menyediakan kamera depan internal 32 MP dan kamera 20 MP pada layar cover.

Rekaman 8K dan Dolby Vision

Kamera utama Razr Fold mampu merekam video hingga 8K pada 30 fps. Perangkat ini turut mendukung video 4K pada 60 fps serta gerak lambat 4K pada 120 fps.

Dukungan Dolby Vision tersedia pada kamera utama dan kamera telefoto periskop. Motorola menyebut perpaduan Dolby Vision dengan sensor Sony LYTIA 828 dapat menghasilkan rentang pencahayaan hingga enam kali lebih luas dibandingkan sistem kamera pada umumnya.

OIS pada kamera utama memiliki jangkauan kompensasi hingga 3,5 derajat untuk membantu meredam guncangan. Kemampuan ini ditujukan agar foto dan video tetap lebih stabil ketika perangkat digunakan tanpa penyangga tambahan.

Pemrosesan AI untuk Adegan Cepat

Motorola melengkapi sistem kameranya dengan Zero Shutter Lag, AI-powered Portrait, AI Action Shot, dan AI Photo Enhancement Engine. AI Action Shot dirancang untuk membantu pengambilan gambar objek yang bergerak cepat.

AI Photo Enhancement Engine memproses foto untuk meningkatkan detail, warna, dan pencahayaan. Kombinasi perangkat keras serta pemrosesan AI tersebut menjadi dasar skor 164 yang ditampilkan DXOMARK untuk kategori foldable dan flip.

Layar dan Performa

Di luar kamera, Razr Fold membawa layar utama LTPO 2K berukuran 8,1 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 6.200 nit. Layar cover 6,6 incinya memiliki refresh rate 165 Hz, resolusi 2.520 x 1.080 piksel, serta kecerahan hingga 6.000 nit.

Bagian Spesifikasi
Layar utama LTPO 2K 8,1 inci, 120 Hz, hingga 6.200 nit
Layar cover 6,6 inci, 165 Hz, hingga 6.000 nit
Chipset Snapdragon 8 Gen 5
Baterai 6.000 mAh, kabel 80 watt, nirkabel 50 watt

Kedua layar mendukung Dolby Vision dan HDR10+, sedangkan performanya ditopang Snapdragon 8 Gen 5, RAM LPDDR5X 12 GB, serta penyimpanan 256 GB. Product Portfolio Head Motorola Indonesia Zulfahmi mengatakan perusahaan ingin menghapus kekhawatiran pengguna bahwa ponsel lipat harus mengorbankan kamera atau fitur.

Motorola Razr Fold dijual di Indonesia sekitar Rp 25,5 juta dalam warna Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Baterai 6.000 mAh pada perangkat ini mendukung pengisian kabel 80 watt serta pengisian nirkabel 50 watt.

Source: inet.detik.com
Berita Terbaru