30 Relawan Benahi Kelas dan Posyandu di Tasikmalaya, Guru Ikut Diperkuat

Author: Redaksi Android62

Sebanyak 30 relawan bersama warga merenovasi ruang kelas PAUD dan TK di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan pada 23 Juni 2026 itu menjadi puncak Program Binar Asa yang juga memperkuat peran guru dan layanan kesehatan anak.

Relawan berasal dari guru, tenaga kependidikan Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading atau ALAZKA, orang tua murid, serta masyarakat. Mereka bergotong royong memperbaiki lingkungan belajar agar lebih mendukung kegiatan anak-anak.

Perbaikan fisik sekolah tidak dijalankan sebagai kegiatan tunggal. Alazka Care menggabungkannya dengan pelatihan pendidik, penyediaan sarana belajar, edukasi kesehatan, serta dukungan bagi Posyandu.

Ruang belajar dan kesehatan anak menjadi perhatian

Program Binar Asa menyasar TK, TPQ, dan PAUD Insan Kamil di desa tersebut. Tema “Guru Berdaya, Siswa Juara” menempatkan kompetensi pendidik sebagai salah satu unsur penting dalam pemerataan mutu pendidikan.

Fokus Program Kegiatan Sasaran
Pendidikan Renovasi ruang belajar dan penyaluran alat pembelajaran TK, TPQ, dan PAUD Insan Kamil
Kompetensi guru Pelatihan media pembelajaran digital dan diskusi Guru setempat
Kesehatan anak Peralatan Posyandu dan pembagian bubur bayi Balita dan layanan Posyandu

Selain membenahi ruang kelas, relawan menyerahkan alat pembelajaran kepada lembaga pendidikan yang didampingi. Mereka juga berdiskusi dengan Yayasan Insan Kamil mengenai peningkatan kompetensi guru sebagai pendamping utama siswa.

Menurut informasi yang dimuat Kompas.com, Program Binar Asa berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan asesmen kebutuhan untuk memetakan kondisi pendidikan dan dukungan yang diperlukan warga.

Setelah pemetaan, Alazka Care menyalurkan sarana pembelajaran dan mengadakan pelatihan media pembelajaran digital bagi guru. Penguatan ini diarahkan pada kualitas pengalaman belajar anak di lingkungan sekolah.

Posyandu masuk dalam rangkaian pendampingan

Program tersebut turut memasukkan edukasi kesehatan dalam pendampingan di Desa Kalimanggis. Alazka Care menyalurkan peralatan kesehatan untuk Posyandu dan membagikan bubur bayi guna mendukung pemenuhan gizi balita.

Keterlibatan Posyandu menunjukkan bahwa kebutuhan anak tidak hanya dipandang dari sisi pendidikan formal. Dukungan kesehatan dan gizi diposisikan sebagai bagian yang berkaitan dengan tumbuh kembang mereka.

Ketua Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading menekankan bahwa peningkatan pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Setiap guru yang berkembang akan melahirkan lebih banyak anak yang memiliki kesempatan meraih masa depan terbaiknya,” katanya.

Pernyataan itu menyoroti tantangan pemerataan mutu pendidikan, meski akses pendidikan di Indonesia terus meningkat. Kualitas pembelajaran dan dukungan fasilitas di berbagai daerah masih memerlukan perhatian bersama.

Syahidin, relawan sekaligus tenaga kependidikan ALAZKA, menilai keterlibatan dalam kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga. “Dari kegiatan ini saya belajar bahwa setiap orang, apa pun pekerjaannya, bisa berkontribusi untuk memajukan pendidikan jika dilakukan dengan tulus dan bersama-sama,” ujarnya.

Di luar kegiatan lapangan, Alazka Care juga mengembangkan Alazka Bincang Literasi dan Riset. Wadah itu ditujukan bagi pendidik, akademisi, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan literasi serta riset.

Berita Terbaru