Motorola Signature Hadir di Indonesia, Kamera Sony LYTIA Lengkap dan Harga Mulai Rp 10 Juta

Motorola Signature resmi hadir di Indonesia dengan membawa kombinasi yang jarang ditemui di kelas flagship Rp 10 juta. Sorotan utamanya ada pada sistem kamera yang memakai sensor Sony LYTIA di seluruh modul utamanya, lalu dipadukan dengan desain bodi yang berbeda dari kebanyakan ponsel premium lain.

Di pasar yang masih banyak didominasi material kaca dan logam, Motorola memilih jalur yang lebih berani lewat penggunaan panel belakang berbahan tekstil. Pendekatan ini membuat Motorola Signature tampil lebih mudah dikenali, sekaligus memberi karakter yang terasa lebih hangat saat digenggam.

Desain tekstil yang membedakan

Bagian belakang Motorola Signature menggunakan material berbasis tekstil dengan dua pilihan tekstur, yaitu Linen dan Twill. Keputusan ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga membantu mengurangi jejak sidik jari yang kerap terlihat pada bodi kaca.

Walau tampil unik, perangkat ini tetap dibuat ramping dengan ketebalan 6,99 mm. Bingkai aluminium aircraft-grade turut dipakai untuk menjaga struktur tetap kokoh tanpa menghilangkan kesan premium.

Layar luas dan sangat terang

Motorola membekali Signature dengan panel Extreme LTPO AMOLED berukuran 6,8 inci. Salah satu nilai jual paling menonjolnya adalah tingkat kecerahan puncak 6200 nits, yang diklaim membantu visibilitas saat dipakai di bawah cahaya matahari langsung.

Layar ini juga mendukung refresh rate hingga 165Hz, sehingga pergerakan antarmuka terasa sangat mulus. Teknologi LTPO membuat laju penyegaran bisa turun hingga 1Hz saat tampilan statis, yang membantu efisiensi penggunaan daya.

Dukungan Dolby Vision dan sertifikasi warna Pantone melengkapi sisi visualnya. Kombinasi ini ditujukan agar kontras tetap dalam dan warna terlihat lebih akurat.

Performa kelas atas untuk beban berat

Di balik bodinya yang tipis, Motorola Signature masuk ke jajaran perangkat awal di Indonesia yang memakai Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5. Chip ini disiapkan untuk menangani tugas berat, termasuk pemrosesan kecerdasan buatan dan grafis.

Varian yang dijual di Indonesia hadir dengan RAM 16GB LPDDR5X dan penyimpanan internal hingga 1TB UFS 4.1. Untuk menjaga kestabilan performa, Motorola juga menyematkan sistem pendingin Vapor Chamber yang mencakup hampir 60% area perangkat.

Kombinasi ini diarahkan agar ponsel tetap responsif saat dipakai untuk kerja, hiburan, maupun aktivitas intensif lain. Pendekatan tersebut juga mendukung pengalaman jangka panjang yang lebih konsisten.

Seluruh kamera utama membawa sensor Sony LYTIA

Sektor kamera menjadi salah satu alasan Motorola Signature menarik perhatian. Kamera utama memakai sensor Sony LYT-800 atau varian kustom LYT-828 dengan resolusi 50MP dan arsitektur Stacked CMOS dua lapis.

Motorola menyebut sensor ini mampu menangkap cahaya dua kali lebih banyak dibanding sensor tradisional. Dampaknya, hasil foto diharapkan punya rentang dinamis lebih luas dan noise lebih terkendali, terutama saat kondisi cahaya minim.

Kamera utama tersebut dilengkapi aperture f/1.6, OIS, dan kalibrasi warna Pantone. Sementara itu, kamera periskop 50MP memakai sensor Sony LYT-600 untuk menjaga konsistensi warna pada zoom optik 3x hingga Super Zoom digital 100x.

Lensa ultrawide 50MP juga ikut memakai sensor Sony LYT-500. Lensa ini memiliki sudut pandang 122 derajat, mendukung autofokus, dan bisa digunakan sebagai kamera makro untuk objek jarak dekat.

Baterai besar, pengisian cepat, dan fitur pendukung

Walau bodinya tetap tipis, Motorola menanamkan baterai silikon-karbon 5200mAh ke dalam Signature. Kapasitas ini dirancang untuk mendukung pemakaian seharian penuh, termasuk saat ponsel dipakai cukup intens.

Pengisian daya 90W TurboPower disediakan untuk mempercepat pengisian baterai. Ada juga dukungan pengisian nirkabel 50W bagi pengguna yang menginginkan opsi lebih praktis.

Motorola turut menambahkan fitur Horizon Lock untuk membantu menjaga garis cakrawala tetap stabil saat merekam video. Ponsel ini juga terhubung ke Moto Buds Loop lewat Smart Switching agar pengalaman ekosistem terasa lebih fleksibel.

Motorola menyebut Signature akan memperoleh pembaruan sistem operasi Android hingga 7 tahun. Di Indonesia, pembeli juga mendapatkan Signature Club yang berisi concierge pribadi, penjemputan unit untuk servis di rumah, dan akses prioritas ke acara eksklusif Motorola.

Dengan harga resmi Rp 10.999.000, Motorola Signature diposisikan sebagai ponsel premium yang menonjol lewat desain tekstil, layar sangat terang, performa tinggi, dan sistem kamera Sony LYTIA yang lengkap di hampir semua modul utamanya.

Berita Terkait