Mozambik datang ke Jakarta dengan sikap yang justru penuh respek terhadap Indonesia. Pelatih Chiquinho Conde menilai Garuda sedang berada di level yang kuat setelah melihat kemenangan 3-0 atas Oman, sehingga laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, terasa seperti ujian yang serius bagi timnya.
Bagi Mozambik, pertandingan FIFA Matchday ini bukan sekadar agenda tandang biasa. Duel tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan tim sekaligus membuktikan diri di hadapan lawan yang dianggap tangguh.
Conde bahkan menempatkan hasil Indonesia dan timnya saat melawan Oman sebagai pembanding yang jelas. Ia menilai kemenangan besar Indonesia menunjukkan kualitas skuad Garuda, sementara kekalahan Mozambik 4-1 dari tim yang sama menjadi bahan evaluasi tersendiri.
“Jelas Indonesia adalah tim yang kuat karena mereka menang 3-0 melawan Oman, sementara kami kalah 4-1 dari Oman,” kata Conde dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Mozambik datang tanpa rasa jumawa dan memilih untuk membaca kekuatan lawan secara terbuka.
Pengalaman pertama di Asia
Laga di Jakarta juga punya arti khusus karena menjadi penampilan pertama Mozambik di Asia. Conde menyebut momen itu sebagai pengalaman baru yang memberi nilai lebih pada pertandingan, di luar urusan skor dan hasil akhir.
Ia juga mengapresiasi undangan dari Indonesia dan menyebut negara ini ramah bagi timnya. “Ini adalah pertama kalinya Mozambik bermain di Asia. Negaranya fantastis dan sangat ramah,” ujar Conde.
Situasi tersebut membuat laga di GBK memiliki dua lapis makna bagi Mozambik. Di satu sisi, mereka mengejar hasil positif, dan di sisi lain mereka juga sedang menjalani pengalaman tandang yang berbeda dari biasanya.
Persiapan berbasis video
Mozambik tidak sempat menyaksikan langsung pertandingan Indonesia melawan Oman karena masih dalam perjalanan ke Jakarta. Namun, staf analis mereka sudah mengumpulkan rekaman laga tersebut untuk dipelajari lebih jauh.
Conde menjelaskan bahwa video itu menjadi bahan utama untuk membaca cara bermain Indonesia. Langkah tersebut diambil agar Mozambik dapat menyiapkan pendekatan yang tepat saat tampil di GBK.
Dari sisi peringkat FIFA, Mozambik berada di posisi 102, sedikit di atas Indonesia yang menempati urutan 119. Meski begitu, Conde tetap menilai pertandingan ini tidak mudah dan punya tingkat tantangan yang tinggi.
Harapan berkembang dari pemain Mozambik
Bek Mozambik, Edmilson Dove, juga melihat laga ini dari sudut pandang pengembangan tim. Ia menilai pemain hanya bisa naik level jika bertemu lawan yang kuat.
“Saya rasa, Anda hanya bisa berkembang ketika bermain melawan yang terbaik,” kata Dove. Ia berharap Mozambik bisa tampil lebih baik dibandingkan laga sebelumnya dan pulang dengan hasil yang positif.
Dove juga menekankan pentingnya memperbaiki detail permainan sambil tetap menikmati tantangan yang ada. Pandangan itu sejalan dengan pendekatan Mozambik secara keseluruhan, yang datang ke Jakarta untuk menguji diri dalam atmosfer baru.
Di sisi lain, Indonesia punya ruang untuk mempertahankan kesan kuat di kandang sendiri. Karena kedua tim membawa misi yang berbeda, laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno diperkirakan berlangsung ketat dan menarik untuk diikuti.
Source: mediaindonesia.com