Keluhan di ulu hati, mual, muntah, atau diare sering dianggap sebagai masalah lambung. Padahal, tanda-tanda seperti itu juga bisa muncul pada awal serangan jantung dan membuat orang terlambat mencari pertolongan.
Yang perlu diwaspadai bukan hanya gangguan buang air besar, tetapi juga gejala yang datang bersama rasa tidak nyaman di dada, perut bagian atas, keringat dingin, atau sesak napas. Pada sebagian orang, terutama ketika bagian bawah jantung terdampak, sinyal tubuh justru terasa seperti gangguan pencernaan biasa.
Gejala perut yang bisa mengecoh
Serangan jantung tidak selalu diawali nyeri dada yang khas. Pada kondisi tertentu, tubuh justru mengirim sinyal lewat perut, sehingga keluhan tampak lebih mirip asam lambung, masuk angin, atau reaksi makanan.
American Heart Association atau AHA menyebut banyak pasien serangan jantung mengalami mual, muntah, bahkan diare sebelum atau saat serangan berlangsung. Hal ini berkaitan dengan stimulasi saraf vagus yang menghubungkan jantung dan sistem pencernaan.
Dokter jantung Northwell Health, Nisha Parikh, MD, MPH, juga menjelaskan bahwa gangguan pencernaan bisa menjadi tanda awal serangan jantung. Menurutnya, keluhan tersebut dapat berupa refluks asam, ketidaknyamanan perut, sendawa, hingga muntah, dan gejala seperti ini lebih sering muncul pada perempuan.
Diare yang patut dicurigai
Diare biasa umumnya membaik setelah penyebabnya hilang atau setelah mendapat penanganan yang sesuai. Berbeda dengan itu, keluhan yang terkait jantung cenderung menetap, terasa makin berat, atau memburuk saat tubuh dipaksa beraktivitas.
Karena itu, perhatian tidak cukup hanya tertuju pada frekuensi buang air besar. Jika diare muncul bersama nyeri ulu hati yang terasa menekan, mual mendadak, atau muntah, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Rasa tidak nyaman akibat masalah jantung biasanya juga tidak terasa seperti mulas biasa. Keluhan tersebut cenderung tumpul, menekan, dan tidak hilang meski sudah mencoba obat lambung.
Tanda lain yang kerap diabaikan
Keringat dingin menjadi salah satu sinyal penting yang sering terlambat dikenali. Bila diare disertai tubuh berkeringat dingin tanpa alasan yang jelas, tubuh mungkin sedang bereaksi terhadap tekanan pada jantung.
Sesak napas juga perlu diperhatikan karena membedakan kondisi ini dari gangguan pencernaan biasa. Perut memang bisa terasa melilit, tetapi jika napas ikut pendek atau terasa berat, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.
Mayo Clinic menyebut perempuan lebih sering mengalami gejala serangan jantung yang tidak khas dibandingkan laki-laki. Pada perempuan, keluhan dapat berupa kelelahan berat, tidak nyaman di perut bagian atas, atau pusing seperti akan pingsan tanpa nyeri dada yang jelas.
Mengapa mudah disangka masalah lambung
Keluhan di perut bagian atas memang sering dikaitkan dengan GERD, keracunan makanan, atau masuk angin. Penilaian itu wajar karena sinyal dari jantung dan organ pencernaan bisa terasa mirip, terutama di area ulu hati.
Masalahnya, gejala akibat serangan jantung tidak membaik seperti gangguan lambung pada umumnya. Dalam banyak kasus, rasa tidak nyaman justru menetap dan bisa bertambah berat saat penderita bergerak atau melakukan aktivitas fisik.
Karena itu, diare yang muncul bersama mual tanpa sebab jelas, muntah, keringat dingin, dan sesak napas perlu dipandang sebagai tanda bahaya. Risiko juga patut lebih diperhatikan pada orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.
Siapa yang harus lebih waspada
Perempuan perlu memberi perhatian lebih pada gejala yang tidak biasa karena tanda serangan jantung pada kelompok ini lebih sering tersamarkan. Meski begitu, gejala serupa tetap bisa muncul pada laki-laki, sehingga kewaspadaan tidak boleh dibatasi hanya pada satu kelompok.
Pemeriksaan rutin dapat membantu mengenali risiko lebih dini. Deteksi cepat terhadap gejala jantung yang menyerupai gangguan perut dapat memberi peluang penanganan yang lebih tepat sebelum kondisi memburuk.
Source: www.suara.com






