Beban Berlebih di Turunan Bisa Mengikis Cengkeram Rem, Tanda Bahayanya Muncul

Kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas dapat kehilangan kemampuan perlambatan secara bertahap saat melintasi turunan panjang. Risiko ini tetap ada meski pengemudi masih dapat menekan pedal rem seperti biasa.

Masalah utama muncul ketika panas pada sistem pengereman terus meningkat dan tidak sempat dilepaskan. Kondisi tersebut dapat memicu brake fading, yaitu saat kampas rem tidak lagi mencengkeram secara maksimal.

Gejala awal yang perlu diwaspadai adalah perubahan respons kendaraan ketika kecepatannya dikurangi. Bau gosong dari area rem juga dapat menunjukkan komponen pengereman telah menerima panas berlebih.

Pemilik Dokter Mobil, Lung Lung, menyarankan kendaraan segera dihentikan untuk memberi waktu suhu rem turun apabila tanda tersebut muncul. Memaksakan perjalanan dalam kondisi daya pengereman menurun dapat meningkatkan risiko rem tidak bekerja optimal.

“Biasanya ditandai muncul bau gosong dari rem. Kalau sudah begitu, sebaiknya kendaraan segera istirahat supaya suhu rem turun dulu,” kata Lung Lung kepada Kompas.com.

Jangan Memaksa Rem Bekerja Terus-Menerus

Turunan panjang membuat penggunaan rem lebih sering karena kendaraan perlu terus dikendalikan agar tidak melaju terlalu cepat. Beban berlebih memperbesar tekanan kerja tersebut karena rem harus menghentikan massa kendaraan yang lebih berat.

Setiap perlambatan membuat energi kendaraan diubah menjadi panas oleh sistem pengereman. Semakin besar muatan yang dibawa, semakin besar pula energi yang harus ditangani oleh rem kendaraan.

Lung Lung menjelaskan bahwa kondisi muatan berlebih membuat kerja rem jauh lebih berat. Pengereman yang dilakukan berulang kali dapat menaikkan suhu komponen dalam waktu singkat, terutama di jalur menurun.

“Kalau kendaraan overload, kerja rem jadi jauh lebih berat. Energi kinetik yang harus diubah jadi panas itu makin besar,” ujar Lung Lung.

Pendinginan Harus Dilakukan Bertahap

Pengemudi tidak disarankan menyiram rem yang sedang panas dengan air. Perubahan suhu mendadak dapat menimbulkan kejutan pada material logam di komponen pengereman.

Piringan rem berisiko pecah atau bengkok bila langsung terkena air ketika temperaturnya tinggi. Kendaraan lebih aman didiamkan hingga suhu rem menurun secara alami dan bertahap.

“Kalau rem panas jangan langsung disiram air, karena material logamnya bisa kaget. Piringan rem bisa pecah atau bengkok,” kata dia.

Engine Brake Membantu Menjaga Laju

Penggunaan engine brake dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pedal rem saat kendaraan melewati turunan panjang. Cara ini menjaga laju kendaraan lebih terkendali tanpa terus-menerus membebani komponen pengereman.

Langkah paling mendasar tetap mematuhi batas muatan yang ditetapkan pabrikan. Untuk kendaraan yang rutin membawa beban berat, pemilik juga dapat mempertimbangkan peningkatan spesifikasi sistem pengereman sesuai kebutuhan penggunaan.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terkait