Halalbihalal Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang ’Aisyiyah Kedungwuni menegaskan bahwa silaturahmi bukan hanya tradisi setelah Lebaran, tetapi juga ruang penting untuk menguatkan kerja sosial umat. Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pisma Kedungwuni, pertemuan warga persyarikatan, tokoh daerah, dan unsur pemerintahan berjalan dalam suasana akrab dan tertib.
Kehadiran berbagai unsur menambah bobot acara tersebut. Hadir Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sofwan Sumadi, jajaran PDM dan PDA Kabupaten Pekalongan, Camat Kedungwuni, Kapolsek Kedungwuni, Danramil Kedungwuni, pimpinan cabang dan ranting, para ketua RT termasuk RT 17 Perumahan Pisma Griya Permai, serta simpatisan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari sejumlah cabang di sekitarnya.
Sejak awal, suasana kebersamaan sudah terasa melalui penampilan hadroh dari MBS Wonopringgo. Kehadiran unsur seni itu memberi warna pada acara, sekaligus mengiringi pertemuan yang menjadi ajang temu warga persyarikatan lintas unsur di Kedungwuni.
Silaturahmi yang juga menguatkan organisasi
Ketua PCM Kedungwuni, Mustamian, menyampaikan apresiasi kepada PRM Pisma Kedungwuni selaku tuan rumah. Ia juga menilai kerja panitia, PRM, PRA, dan amal usaha Muhammadiyah membuat acara berlangsung lancar dan tertib.
Mustamian menekankan bahwa halalbihalal tidak cukup dimaknai sebagai acara saling bersalam-salaman. Menurut dia, momen seperti ini juga penting untuk memperkuat arus informasi dan konsolidasi organisasi hingga tingkat cabang dan ranting.
Ia menjelaskan bahwa di Kedungwuni terdapat sembilan ranting Muhammadiyah. Dalam satu kelurahan, jumlah ranting bahkan bisa mencapai tiga, sementara amal usaha seperti BTM terus dikelola untuk mendukung kemaslahatan umat.
Apresiasi pemerintah terhadap peran Muhammadiyah
Camat Kedungwuni, Bambang Dwi Yuswanto, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan sosial masyarakat. Menurut dia, Muhammadiyah selama ini ikut membantu pemerintah secara konsisten dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
Bambang juga mengingatkan pentingnya menjaga arah gerakan di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia menilai organisasi masyarakat perlu tetap berada pada jalur yang tepat agar peran sosialnya tidak melemah dan tetap memberi manfaat.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Program tersebut meliputi infrastruktur, pelayanan kesehatan melalui BPJS, dan program RTLH atau Rumah Tidak Layak Huni.
Bambang mengajak masyarakat berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan agar bisa mengakses program-program itu. Ajakan tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama antara warga, organisasi keagamaan, dan pemerintah masih menjadi kunci pelayanan publik di daerah.
Pesan tentang ukhuwah dan dasar gerakan
Dalam tausiyahnya, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir mengangkat pentingnya memahami Kepribadian Muhammadiyah sebagai dasar gerakan. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki kewajiban membantu pemerintah dan bekerja sama dengan berbagai golongan demi membangun masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.
Tafsir juga mengingatkan bahwa sejak awal berdiri, Muhammadiyah menempatkan pendidikan sebagai salah satu pilar utama. Persyarikatan itu mengajarkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum agar anggota dan masyarakat memiliki bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Ia menyebut halalbihalal perlu menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ukhuwah yang sempat merenggang. “Esensi dari halalbihalal adalah saling memohon maaf dan mengikhlaskan kesalahan,” ujarnya.
Menurut Tafsir, kebersihan hati akan memperkuat persaudaraan dan membuat hubungan antarsesama lebih kokoh. Pandangan itu sejalan dengan semangat acara yang tidak berhenti pada tradisi seremonial, tetapi juga mendorong pemulihan relasi sosial di tengah masyarakat.
Ruang temu yang berdampak lebih luas
Pertemuan di Kedungwuni menunjukkan bahwa halalbihalal bisa berfungsi sebagai ruang konsolidasi, bukan sekadar agenda pascalebaran. Di satu tempat, unsur cabang, ranting, amal usaha, pemerintah, dan aparat keamanan hadir dalam suasana yang sama untuk memperkuat jaringan kebersamaan.
Kehadiran para pimpinan dan simpatisan dari berbagai unsur memperlihatkan bahwa Muhammadiyah-’Aisyiyah masih memiliki akar sosial yang kuat di tingkat bawah. Dari sana, silaturahmi menjadi tenaga sosial yang menjaga hubungan antarwarga sekaligus menopang peran umat dalam kehidupan masyarakat Kedungwuni.
Source: suaraaisyiyah.id






