Najaf Dipadati Pelayat, Prosesi Ali Khamenei Digelar di Tengah Ketegangan Kawasan

Ribuan pelayat memadati jalan-jalan utama di Najaf, Irak, saat prosesi pemakaman khusus bagi Ayatullah Ali Khamenei digelar pada Rabu (8/7/2026). Kota suci bagi umat Islam syiah itu menjadi salah satu titik paling menonjol dalam rangkaian penghormatan enam hari yang diselenggarakan Iran setelah wafatnya Khamenei.

Najaf Jadi Titik Utama Prosesi

Jenazah Khamenei tiba di Bandara Internasional Najaf pada Selasa malam sebelum kemudian disambut sejumlah pejabat tinggi dan politikus Irak. Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga hadir dalam penyambutan tersebut, bersama salah satu putra mendiang Khamenei.

Prosesi di Najaf dimulai sejak pukul 06.00 waktu setempat. Peti jenazah Khamenei lalu diarak melintasi sejumlah ruas jalan utama, sementara warga berdiri memberi penghormatan terakhir di sepanjang jalur iring-iringan.

Alasan Najaf Dipilih

Kota Najaf dipilih karena statusnya sebagai salah satu pusat paling suci bagi umat Islam syiah. Lokasi itu membuat prosesi di Irak memiliki makna simbolis kuat dalam rangkaian penghormatan yang digelar Iran.

Irak juga menetapkan Rabu (8/7/2026) sebagai hari libur nasional agar masyarakat dapat ikut memberikan penghormatan. Kebijakan itu menegaskan besarnya perhatian publik terhadap prosesi yang berlangsung di kota tersebut.

Rangkaian Enam Hari dan Situasi Kawasan

Iran telah memulai upacara pemakaman publik bagi Khamenei sejak Sabtu (4/7/2026). Prosesi penghormatan itu dijadwalkan berlangsung selama enam hari, dengan satu hari khusus digelar di Irak sebagai negara tetangga yang memiliki hubungan erat dengan Teheran.

Prosesi di Najaf berlangsung ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz meningkat. Militer AS menyatakan telah melancarkan serangan terhadap puluhan target di Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap tiga kapal di selat tersebut.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menyebut telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Washington di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan. Latar ketegangan itu membuat prosesi penghormatan di Najaf berlangsung dalam suasana kawasan yang sedang memanas.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terkait