Nasib Promosi Barito Putera Ditentukan Laga Lawan Persipal, Sambil Pantau PSS Dan Persipura

Barito Putera harus menuntaskan tugas paling beratnya saat menjamu Persipal Palu di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Laga pekan ke-27 Championship Liga 2 2025/2026 pada Minggu, 3 Mei 2026 itu menjadi pertandingan yang wajib dimenangkan jika Laskar Antasari ingin terus menjaga peluang promosi.

Tekanan Barito tidak berhenti di satu pertandingan. Meski meraih tiga poin, nasib mereka tetap bergantung pada hasil tim lain karena persaingan di grup timur masih melibatkan Barito Putera, Persipura Jayapura, dan PSS Sleman.

Situasi itu membuat setiap gol dan setiap poin terasa sangat mahal. Tiga tim yang sama-sama masih bersaing tersebut juga menjalani laga kandang secara serentak pada Minggu sore, sehingga hasil di satu stadion bisa langsung memengaruhi peta perebutan tiket promosi langsung dan jatah playoff.

Barito Putera datang dengan beban besar karena posisi mereka belum aman. Tim asuhan Rahmad Darmawan tidak hanya dituntut tampil efektif di kandang, tetapi juga harus memantau pertandingan rival agar asa naik kasta tetap terjaga sampai akhir.

Di sisi lain, Persipal Palu hadir dengan beban yang jauh berbeda. Tim tamu sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan dan tidak lagi punya kepentingan poin di klasemen.

Kondisi Persipal juga semakin sulit karena mereka belum meraih satu pun kemenangan sepanjang musim ini. Secara hitung-hitungan, situasi tersebut membuat Barito terlihat lebih diunggulkan, meski tim yang sudah terdegradasi kerap bermain lepas dan tetap bisa memberi masalah.

Untuk laga krusial ini, Barito menurunkan kekuatan terbaiknya. Muhammad Ridho dipasang di bawah mistar, dengan Aditiya Daffa Al Haqi, Bima Reksa, Fabiano Beltrame, dan Renan Alves mengisi barisan belakang.

Rahmad Darmawan juga menempatkan Bayu Pradana, Erwin Gerard Edginatagi, Ferdiyansyah, dan Muhamad Hargianto di lini tengah. Di depan, Barito mengandalkan Alexsandro dan Wildan Ramdhani untuk menembus pertahanan Persipal.

Pertandingan penentu ini dipimpin wasit lokal Yudi Nurcahya. Sebelumnya, manajemen Barito Putera sempat meminta penggunaan wasit asing, tetapi penugasan wasit terbaik Indonesia tetap dijalankan untuk duel penting tersebut.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada laga penentu lain di grup barat. Langkah itu diambil untuk menjaga netralitas kompetisi di fase akhir musim yang semakin panas.

Pada waktu yang sama, Persipura Jayapura menjamu Persiku Kudus, sementara PSS Sleman menghadapi PSIS Semarang. Seluruh rangkaian laga itu ikut menentukan siapa yang bertahan dalam perebutan promosi langsung dan siapa yang harus puas mengejar lewat playoff.

Laga Barito Putera kontra Persipal juga disiarkan langsung melalui platform streaming Vidio. Karena tekanan klasemen dan hasil pertandingan lain sama-sama hadir, Barito harus bermain efisien sejak awal agar peluang promosi tetap hidup.

Berita Terkait