Bagi banyak orang, natto menarik perhatian bukan karena tampilannya, melainkan karena manfaatnya yang cukup luas. Makanan fermentasi berbahan kedelai asal Jepang ini memadukan probiotik, serat, vitamin, mineral, dan enzim hasil fermentasi dalam satu sajian yang sederhana.
Di balik aroma tajam, tekstur lengket, dan sensasi berlendir yang sering dianggap menantang, natto justru mulai dilihat sebagai pilihan yang mendukung banyak aspek kesehatan. Dari usus, jantung, tulang, hingga daya tahan tubuh, sejumlah kandungan di dalamnya membuat makanan ini mendapat tempat dalam pola makan sehat.
Dukungan untuk pencernaan
Salah satu alasan natto banyak dibicarakan ada pada pengaruhnya terhadap sistem cerna. Probiotik alaminya membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, sementara proses fermentasi ikut mengurangi zat antinutrisi yang memang terdapat pada kedelai.
Kombinasi itu membuat natto dikaitkan dengan pencernaan yang lebih nyaman. Asupan rutin natto disebut berhubungan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sembelit, diare, kembung, dan mual karena kerja sistem cerna dapat berlangsung lebih optimal.
Tertarik karena manfaat kardiovaskular
Natto juga menonjol saat pembahasan bergeser ke kesehatan jantung dan tekanan darah. Kandungan serat dan probiotiknya membantu mengendalikan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah.
Selain itu, natto mengandung enzim nattokinase yang terbentuk selama fermentasi. Enzim ini berperan menurunkan tekanan darah, mencegah pembentukan plak di arteri, dan bekerja sebagai pengencer darah alami.
Sejumlah penjelasan juga menyebut natto dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Kandungan kalsium, kalium, dan magnesium di dalamnya, ditambah natrium yang rendah, membuat makanan ini ikut menarik bagi orang yang memperhatikan asupan garam.
Menguatkan tulang dan membantu daya tahan tubuh
Manfaat natto tidak berhenti di pencernaan dan jantung. Kandungan vitamin K2 di dalamnya membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang, sehingga ikut berperan menjaga kekuatan struktur tulang.
Asupan vitamin K2 juga disebut dapat memperlambat pengeroposan tulang. Karena itu, natto kerap dipandang bermanfaat untuk membantu menurunkan risiko osteoporosis seiring bertambahnya usia.
Di sisi lain, sistem imun juga mendapat dukungan dari makanan ini. Probiotiknya membantu menjaga flora usus tetap seimbang, dan keseimbangan itu berkaitan dengan kemampuan tubuh melawan bakteri serta virus berbahaya.
Natto juga mengandung vitamin C, zat besi, seng, selenium, dan tembaga. Berbagai nutrisi tersebut berkontribusi pada kerja imun yang lebih optimal, termasuk membantu produksi antibodi alami dan mempercepat pemulihan saat sakit.
Berpotensi membantu fungsi otak dan pengelolaan berat badan
Natto mulai dilihat pula dari sisi fungsi otak. Makanan kaya probiotik seperti natto diyakini dapat membantu memelihara kesehatan dan fungsi otak.
Kandungan probiotiknya dikaitkan dengan penurunan stres, peningkatan daya ingat, serta berkurangnya gejala kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif. Hubungan ini membuat natto menarik dari sudut pandang kesehatan mental dan kognitif.
Bagi yang sedang menjaga berat badan, natto punya daya tarik tambahan. Sebagai sumber probiotik, natto disebut dapat membantu membakar lebih banyak kalori, sementara serat yang tinggi membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Efek tersebut bisa membantu mengontrol asupan makan harian dan menjaga berat badan lebih stabil. Meski aromanya tidak mudah diterima semua orang, natto tetap menonjol sebagai makanan bergizi dengan manfaat yang berlapis.
Source: www.beautynesia.id