Empat pemain keturunan kini masuk dalam pantauan untuk memperkuat Timnas Indonesia, dan proses untuk mereka disebut sudah mendapat lampu hijau dari FIFA. Nama-nama itu adalah Luke Vickery, Dean Zandbergen, Pascal Struijk, dan Jordy Wehrmann, yang masing-masing diproyeksikan mengisi kebutuhan berbeda di skuad Garuda.
Langkah ini muncul saat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berusaha menjaga kedalaman tim di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman. Klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemain untuk turnamen non-FIFA, sehingga Indonesia perlu menyiapkan opsi yang lebih fleksibel agar kualitas tim tetap terjaga.
Empat nama dengan peran berbeda
Luke Vickery menjadi salah satu nama yang ikut masuk dalam proses tersebut. Pemain Macarthur FC itu disebut memiliki garis keturunan dari neneknya di Sumatra, dan Herdman juga dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengannya.
Dean Zandbergen ikut mencuri perhatian karena produktivitasnya bersama VVV-Venlo. Ia membukukan 15 gol di Liga 2 Belanda, catatan yang membuatnya dipandang sebagai tambahan penting untuk menambah daya gedor Indonesia.
Pascal Struijk diproyeksikan untuk memperkuat lini belakang. Kehadirannya dinilai bisa menjadi pasangan yang ideal bagi Jay Idzes sehingga pertahanan Garuda lebih seimbang.
Sementara itu, Jordy Wehrmann disiapkan untuk lini tengah. Mantan kapten Timnas Belanda U-17 itu kini bermain untuk Madura United dan sedang menjalani administrasi kewarganegaraan.
Andik Vermansah kembali dipertimbangkan
Di tengah rencana penambahan tenaga baru, Herdman juga membuka ruang untuk nama lama yang masih relevan. Andik Vermansah kembali masuk radar setelah tampil menonjol bersama Garudayaksa FC di kasta Championship.
Pemain berusia 34 tahun itu mencatat 13 assist dan dua gol dari 23 penampilan pada musim ini. Raihan tersebut sekaligus menempatkannya sebagai raja assist dan membantu Garudayaksa FC meraih promosi ke Liga 1.
Garudayaksa memastikan tiket naik kasta setelah menang 3-1 atas Persikad Depok di Stadion Pakansari. Performa Andik membuat pengalaman dan kontribusinya kembali dianggap layak untuk dipertimbangkan di level tim nasional.
Kebutuhan skuad makin terasa
Pentingnya alternatif pemain semakin besar karena beberapa nama yang berkarier di Eropa berpotensi tidak tersedia untuk Piala AFF mendatang. Kondisi itu membuat Herdman tidak bisa hanya mengandalkan komposisi yang sudah ada.
Jordy Wehrmann juga menjadi opsi yang relevan karena Thom Haye masih menjalani masa hukuman dari FIFA. Dalam situasi seperti ini, kehadiran pemain yang siap secara administratif dan teknis menjadi bagian penting dari perencanaan tim.
Pendekatan Herdman menunjukkan bahwa seleksi tidak hanya bertumpu pada nama besar. Ia juga memantau pemain yang tampil stabil di klub masing-masing, baik dari jalur domestik maupun dari proses naturalisasi.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman seperti Andik dan empat calon naturalisasi baru, timnas memiliki lebih banyak pilihan untuk menjaga keseimbangan skuad. Fleksibilitas itu kini menjadi faktor penting saat Indonesia bersiap menghadapi jadwal dan situasi yang belum sepenuhnya pasti.
