Pergantian pimpinan di NEC Indonesia menandai dorongan baru bagi agenda transformasi digital nasional. Akifumi Katano kini memegang posisi Presiden Direktur dan membawa fokus perusahaan pada penguatan konektivitas, ketahanan digital, serta kolaborasi yang lebih dekat dengan kebutuhan lokal.
NEC Indonesia menempatkan penunjukan ini di tengah situasi Indonesia yang dinilai sebagai salah satu pasar paling dinamis di kawasan ASEAN. Dengan kondisi tersebut, perusahaan ingin menjaga pertumbuhan jangka panjang sambil menghadirkan inovasi yang lebih relevan untuk ekosistem digital di dalam negeri.
Fokus pada kebutuhan digital Indonesia
Dalam peran barunya, Katano akan memimpin operasional dan ekspansi NEC Indonesia. Salah satu prioritas yang menonjol adalah dukungan terhadap ketahanan digital nasional, isu yang semakin penting dalam agenda pembangunan Indonesia.
Arah kepemimpinan ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat transformasi digital. NEC Indonesia melihat pengembangan smart city dan layanan publik masa depan sebagai ruang penting yang membutuhkan penerapan teknologi yang tepat guna.
Katano menyampaikan rasa hormat atas amanah memimpin NEC Indonesia pada fase penting perjalanan digital nasional. Ia menegaskan komitmen untuk memanfaatkan teknologi digital NEC yang andal agar Indonesia bergerak menuju masa depan yang lebih terkoneksi dan berkelanjutan.
Pengalaman panjang dari tubuh NEC
Katano bukan sosok baru di lingkungan NEC Corporation. Ia bergabung sejak 1997 dan telah melalui berbagai posisi kepemimpinan strategis di perusahaan tersebut.
Pengalaman itu disebut membentuk pemahamannya atas industri teknologi dan perubahan kebutuhan bisnis. Modal tersebut menjadi bekal penting saat ia memimpin NEC Indonesia dalam memperkuat layanan dan memperluas peran perusahaan di pasar Indonesia.
Teknologi global yang diarahkan ke kebutuhan lokal
Di bawah kepemimpinan baru, NEC Indonesia tetap melanjutkan fokus pada sejumlah teknologi utama. Di antaranya adalah sistem kabel bawah laut untuk memperkuat konektivitas, solusi Internet of Things atau IoT untuk sektor manufaktur, serta solusi smart city yang terintegrasi.
NEC menempatkan pendekatan itu dalam visi Creating What’s Ahead. Visi tersebut menekankan keamanan, keselamatan, keadilan, dan efisiensi sebagai dasar pengembangan teknologi.
Perusahaan menilai teknologi yang dihadirkan tidak cukup hanya canggih. Teknologi itu juga harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri di Indonesia agar manfaatnya lebih terasa di lapangan.
Mendorong kemitraan yang lebih erat
Penunjukan Katano juga diharapkan memperkuat hubungan NEC Indonesia dengan pelanggan dan mitra lokal. Perusahaan ingin menghadirkan nilai tambah yang nyata melalui kerja sama yang lebih dekat dan solusi yang sesuai dengan tantangan di lapangan.
NEC sendiri memiliki jejak panjang di Indonesia. Kehadirannya di Jakarta sejak 1968 menjadi penanda komitmen yang terus berlanjut dalam membangun ekosistem digital nasional.
Katano menilai potensi percepatan transformasi digital di Indonesia masih sangat besar. Ia menyebut NEC siap memberi kontribusi melalui teknologi, kemitraan, dan fokus pada kebutuhan masa depan yang lebih terhubung.
Source: www.medcom.id






