Net Buy Asing Rp1,23 Triliun Dorong IHSG Menuju Resistance 8.405

Net buy asing sebesar Rp1,23 triliun menjadi sorotan utama di tengah peluang IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Aliran dana tersebut memperlihatkan minat investor global yang masih kuat, sekaligus memberi dukungan bagi indeks untuk mencoba menembus area resistance 8.405.

Di sisi lain, saham-saham berkapitalisasi besar masih memegang peran penting dalam menjaga IHSG tetap bergerak di atas area support psikologis. Selama tekanan jual tidak meningkat tajam, ruang kenaikan dinilai masih terbuka meski aset global bergerak campuran.

Area pergerakan yang masih dijaga pasar

Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.075 hingga 8.270. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 8.180 sampai 8.405, sehingga indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan bila momentum beli bertahan.

Sebelumnya, IHSG sempat menyentuh level 8.275 setelah menguat 1,36 persen. Pergerakan itu menunjukkan tren naik masih terjaga, walaupun pasar tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan agar penguatan tidak berhenti di area konsolidasi.

IHSG juga sempat terkoreksi tipis 0,25 persen ke level 8.163, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp19,18 triliun. Aktivitas perdagangan yang tinggi ini menandakan minat pelaku pasar masih kuat, meski arah indeks tetap sensitif terhadap pergeseran sentimen.

Dukungan asing dan saham unggulan

Arus beli asing menjadi penopang yang paling menonjol karena mencerminkan kepercayaan terhadap pasar saham domestik. Pembelian bersih yang mencapai Rp1,23 triliun membuat pasar mendapat sinyal positif di tengah kondisi eksternal yang belum sepenuhnya stabil.

Akumulasi pada emiten berkapitalisasi besar juga ikut menjaga posisi IHSG saat bertahan di atas support. Kondisi ini penting karena saham-saham berliquiditas besar sering menjadi penentu arah indeks ketika pasar bergerak hati-hati.

Sektor perbankan dan pertambangan masih dipandang sebagai motor utama penggerak indeks. Kedua sektor tersebut kerap dipilih ketika investor mencari saham dengan basis likuiditas kuat dan karakter fundamental yang relatif kokoh.

Beberapa saham yang masuk radar analis adalah DSNG, MBMA, NCKL, dan BBRI. DSNG memperoleh dorongan dari sentimen sektor CPO, MBMA mencuri perhatian karena prospek industri baterai kendaraan listrik, NCKL dilirik seiring stabilnya harga nikel dunia, sedangkan BBRI tetap menjadi favorit karena bobotnya besar dalam menopang indeks.

Sentimen global masih memberi warna campuran

Dari pasar internasional, harga minyak Brent naik lebih dari 5 persen. Kenaikan ini berpotensi memberi dukungan bagi emiten energi dan menambah minat beli pada saham berbasis komoditas.

Namun, tidak semua aset bergerak searah karena pasar kripto justru melemah. Bitcoin turun 1,6 persen ke level US$74.335, sementara Ethereum turun tipis ke US$2.310, yang menggambarkan sikap hati-hati pada sebagian aset berisiko.

Pada saat yang sama, S&P 500 Futures melemah 0,5 persen. Pergerakan itu menegaskan bahwa pasar global masih dibayangi ketidakpastian, terutama dari faktor geopolitik yang dapat memengaruhi arah aset berisiko dalam waktu dekat.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar memantau rilis data ekonomi domestik dan perkembangan kebijakan suku bunga global. Selama dukungan asing, saham blue chip, dan sentimen komoditas tetap terjaga, IHSG masih punya peluang bergerak menuju resistance 8.405 dalam perdagangan hari ini.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer