Besaran bantuan PKH yang muncul di hasil pengecekan bisa berbeda sesuai kategori penerima. Ibu hamil dan anak usia dini tercatat mendapat Rp3.000.000 per tahun atau Rp750.000 per tahap, sedangkan siswa SD Rp900.000 per tahun atau Rp225.000 per tahap.
Untuk kategori lain, siswa SMP menerima Rp1.500.000 per tahun atau Rp375.000 per tahap, sementara siswa SMA memperoleh Rp2.000.000 per tahun atau Rp500.000 per tahap. Penyandang disabilitas berat dan lansia 60 tahun ke atas masing-masing mendapat Rp2.400.000 per tahun atau Rp600.000 per tahap, sedangkan korban pelanggaran HAM berat tercatat sebesar Rp10.800.000 per tahun atau Rp2.700.000 per tahap.
Cara mengetahui apakah seseorang terdaftar sebagai penerima PKH juga bisa dilakukan langsung lewat HP. Cukup gunakan NIK KTP, lalu data penerima akan muncul melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos jika informasi yang dimasukkan sesuai dengan sistem.
Pengecekan lewat ponsel ini memudahkan masyarakat melihat nama penerima, jenis bantuan, hingga nominal bantuan tanpa harus datang ke kantor layanan. Selama koneksi internet stabil dan NIK terbaca jelas, proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dari perangkat apa pun yang terhubung ke situs atau aplikasi resmi.
Cek lewat situs resmi Kemensos
Salah satu cara yang paling sering dipilih adalah membuka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui browser di HP. Setelah halaman terbuka, masukkan 16 digit NIK KTP dengan teliti agar sistem bisa menemukan data yang dicari.
Setelah itu, isi kode captcha yang tampil sebagai bagian dari verifikasi keamanan. Jika semua kolom sudah benar, tekan tombol “Cari Data” lalu tunggu hasil pencarian muncul di layar.
Jika data cocok, halaman hasil akan menampilkan informasi penerima. Data yang muncul umumnya berisi nama penerima, jenis bantuan, dan periode pencairan yang sedang berjalan.
Lewat aplikasi Cek Bansos
Selain situs web, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store atau App Store. Pengguna yang sudah memiliki akun dapat langsung login, sedangkan yang belum perlu melakukan registrasi terlebih dahulu.
Registrasi biasanya meminta data diri lengkap, lalu dilanjutkan dengan unggahan foto KTP dan swafoto untuk verifikasi. Setelah akun aktif, pengguna dapat membuka menu profil untuk melihat data kepesertaan serta status bantuan yang tercatat.
Aplikasi ini juga berguna untuk memantau bantuan sosial lain selain PKH. Data seperti BPNT dan bantuan sosial lainnya bisa dicek secara berkala melalui menu yang tersedia di dalam aplikasi.
Hal yang perlu diperhatikan saat memasukkan data
Ketelitian saat mengetik NIK menjadi hal yang paling penting dalam proses pengecekan. Jika ada satu angka saja yang salah atau captcha tidak diisi dengan benar, sistem bisa gagal menampilkan data.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan dapat diulang secara berkala untuk memastikan nama masih tercatat sebagai penerima. Begitu data berhasil ditemukan, layar akan menampilkan status yang dibutuhkan sehingga proses cek bantuan menjadi singkat dan praktis.
