Nikkei Tembus 70.000, Reli Saham Jepang Melaju Jauh Lebih Cepat dari Perkiraan

Indeks Nikkei 225 menembus 70.000 untuk pertama kalinya dan kemudian ditutup di 71.053,49 pada 18 Juni, setelah naik 1.151,24 poin dari hari sebelumnya. Lonjakan ini menandai laju penguatan yang sangat cepat dan menempatkan pasar saham Jepang pada fase baru yang belum lama terjadi.

Penguatan terbaru itu juga menunjukkan betapa cepatnya pasar bergerak sejak reli yang berlanjut dari Maret 2024. Dalam waktu kurang dari dua bulan, Nikkei melampaui 70.000 setelah sebelumnya menembus 40.000 pada Maret 2024, 50.000 pada Oktober 2025, dan 60.000 pada April 2026.

Dorongan dari sentimen global dan saham teknologi

Kenaikan tersebut didukung membaiknya sentimen investor setelah penandatanganan nota kesepahaman yang mengakhiri permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran. Di saat yang sama, saham teknologi tinggi, terutama saham terkait AI, ikut mengangkat pasar dengan kuat.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa reli Nikkei tidak hanya bergantung pada satu faktor. Kombinasi sentimen geopolitik yang lebih tenang dan minat pada saham teknologi menjadi bahan bakar utama penguatan indeks di Bursa Efek Tokyo.

Jarak yang masih jauh dari puncak era gelembung

Meski mencetak rekor baru, level Nikkei saat ini masih jauh dari puncak era gelembung ekonomi Jepang. Pada 29 Desember 1989, indeks itu sempat menyentuh 38.915 sebelum memasuki periode panjang stagnasi yang kemudian dikenal sebagai “the lost decades”.

Setelah tahun baru, harga saham turun dan ekonomi Jepang memasuki masa lesu berkepanjangan. Pada 1997 dan 1998, lembaga keuangan runtuh berturut-turut, lalu deflasi memburuk sejak 2000.

Krisis keuangan global yang dipicu runtuhnya Lehman Brothers kemudian menyeret Nikkei ke titik terendah pasca-gelembung. Pada Maret 2009, indeks itu jatuh ke 7.054,98, jauh di bawah puncak yang pernah dicapai pada akhir 1989.

Peran kebijakan dan stimulus besar

Kembalinya Abe Shinzō sebagai perdana menteri pada akhir 2012 menjadi titik balik penting bagi pasar saham Jepang. Pelonggaran moneter besar-besaran dari Bank of Japan membantu mendorong harga saham naik dan membentuk fondasi pemulihan yang lebih panjang.

Momentum itu semakin kuat pada 2020 ketika pandemi COVID-19 memicu stimulus besar-besaran di berbagai negara. Pasokan dana dalam jumlah besar ke pasar melalui pelonggaran moneter dan belanja fiskal ikut memberi dorongan tambahan bagi Nikkei.

Berbekal rangkaian dukungan tersebut, Nikkei akhirnya melampaui puncak 1989 pada 23 Februari 2024. Sejak saat itu, laju kenaikan tetap tinggi dan membawa indeks tersebut menuju level 70.000 dalam waktu singkat.

Pencapaian terbaru ini menegaskan bahwa penguatan saham Jepang bergerak lebih cepat daripada yang sebelumnya diperkirakan banyak pihak. Bagi pasar, angka 70.000 bukan hanya rekor baru, tetapi juga penanda bahwa reli Nikkei masih memiliki tenaga yang besar.

Source: www.nippon.com

Berita Terkait