Nio Inc menyebut sejumlah tersangka yang diduga memanfaatkan promosi palsu untuk mengumpulkan data pribadi konsumen kini telah dikenai langkah pemaksaan pidana oleh kepolisian China. Perusahaan menilai kasus ini menunjukkan bahwa penipuan promosi online terhadap merek otomotif tidak lagi berhenti pada gangguan reputasi, tetapi bisa berujung pada proses hukum yang lebih serius.
Dalam pernyataan divisi hukumnya pada Jumat, Nio menjelaskan langkahnya untuk melawan pelanggaran online dan melindungi hak-hak sah perusahaan. Pada saat yang sama, Nio menegaskan kembali bahwa bisnisnya di China memakai model penjualan langsung dan tidak pernah memberi wewenang kepada pihak ketiga mana pun untuk menjual kendaraannya.
Promosi palsu yang memancing data pribadi
Nio menyebut sejumlah akun di media sosial Xiaohongshu telah lama menyebarkan informasi promosi palsu yang mengatasnamakan merek Nio. Akun-akun itu disebut memakai skrip buatan untuk mendorong konsumen meninggalkan nomor kontak mereka.
Menurut perusahaan, praktik tersebut secara ilegal mengumpulkan informasi pribadi konsumen dan merugikan hak pengguna. Nio telah melaporkan aktivitas itu kepada otoritas keamanan publik, lalu polisi menempatkan sejumlah tersangka di bawah langkah pemaksaan pidana atau sanksi administratif sesuai tingkat pelanggaran masing-masing.
| Temuan Utama | Penjelasan |
|---|---|
| Modus | Promosi palsu yang mengatasnamakan Nio |
| Media yang dipakai | Xiaohongshu |
| Target data | Nomor kontak konsumen |
| Tindakan aparat | Langkah pemaksaan pidana atau sanksi administratif |
Perusahaan meminta konsumen tidak mempercayai tawaran pembelian mobil dari kanal tidak resmi. Peringatan itu disampaikan untuk mencegah kebocoran data pribadi sekaligus kerugian finansial yang dapat timbul dari transaksi yang menyesatkan.
Putusan pengadilan yang menguatkan sikap Nio
Selain menindak promosi palsu, Nio juga menyebut telah memenangkan putusan pengadilan yang efektif dalam sejumlah kasus pencemaran nama baik. Perusahaan menilai rangkaian perkara itu mencerminkan pola serangan daring terhadap mereknya yang berlangsung dalam beberapa kesempatan.
Dalam kasus yang melibatkan Dong Bin, pemegang akun daring “BelieveDB,” pengadilan telah mengeluarkan putusan tingkat kedua yang efektif. Nio mengatakan pengadilan menemukan Dong berulang kali memposting pernyataan yang melanggar hak Nio, produk, dan eksekutifnya di platform online sejak 2023.
Pengadilan juga menilai unggahan itu tetap berlanjut setelah putusan tingkat pertama. Karena itu, masa permintaan maaf publik diperpanjang dan jumlah ganti rugi perdata dinaikkan untuk memperkuat hukuman atas pelanggaran tersebut.
Kasus lain melibatkan Zhang Chong, pemegang akun “灯叔有车讲”, yang disebut Nio telah lama mengarang informasi palsu dan memakai bahasa menghina untuk menjatuhkan merek tersebut. Pengadilan memutuskan Zhang melanggar reputasi Nio dan memerintahkannya menghentikan pelanggaran, menyampaikan permintaan maaf publik, serta membayar ganti rugi.
Zhang kemudian disebut telah sepenuhnya mematuhi putusan yang berlaku. Ia sudah membayar kompensasi dan menyampaikan permintaan maaf publik sesuai perintah pengadilan.
Langkah terhadap pembuat konten dan suasana pasar
Nio juga menyinggung Yu Zhibin, pemegang akun “大D有态度”, yang dinyatakan pengadilan tingkat pertama telah mengarang informasi palsu tentang perusahaan. Pengadilan menilai pernyataannya merupakan pelanggaran dan memerintahkannya menghentikan tindakan itu, meminta maaf secara publik, serta membayar ganti rugi.
Perusahaan sebelumnya menggugat beberapa blogger, termasuk pemegang akun tersebut, pada Juli 2025 menjelang peluncuran SUV Onvo L90. Di sisi lain, pemegang akun “金角财经” juga dinyatakan bersalah pada tingkat pertama karena mengarang konten yang tidak sesuai dengan data operasional dan situasi keuangan Nio.
Di tengah pasar kendaraan listrik China yang sangat kompetitif, Nio bukan satu-satunya produsen yang mengambil tindakan terhadap serangan online. Pada Februari 2025, perusahaan sempat menawarkan hadiah hingga 1 juta yuan, setara sekitar $147.000, untuk informasi mengenai serangan online yang bersifat jahat.
