Nissan tengah menyiapkan kebangkitan nama Evalia dalam wujud yang jauh berbeda dari model lamanya. Alih-alih kembali sebagai MPV keluarga biasa, model penerus NV200 itu diarahkan menjadi kendaraan plug-in hybrid dengan sentuhan mild off-road untuk pasar China.
Langkah ini langsung menarik perhatian karena konsepnya tidak lazim untuk sebuah MPV. Di saat banyak model sejenis hanya mengejar kabin lapang dan efisiensi, Nissan justru memberi sinyal kendaraan yang juga punya karakter lebih petualang.
Arah baru untuk nama lama
Nama Evalia sendiri punya sejarah yang cukup kuat di banyak negara. Model yang berbasis NV200 itu pernah dirakit di Indonesia pada 2010-2016, lalu juga hadir di Jepang, Meksiko, Spanyol, China, dan India pada periode 2007-2016 hingga 2012-2016, tergantung pasar masing-masing.
Di Indonesia, Evalia sempat dikenal sebagai MPV praktis dengan kabin fungsional. Karena itu, kabar kembalinya nama tersebut memunculkan perhatian tersendiri, apalagi bentuk barunya disebut jauh lebih modern dibandingkan generasi sebelumnya.
Bukan sekadar MPV urban
Sinyal kehadiran model baru ini muncul dalam acara Nissan Zhengzhou pada akhir 2025, menurut Carnewschina.com. Pada kesempatan itu, detail teknis belum dibuka, tetapi siluet kendaraan yang ditampilkan sudah membawa label PHEV mild off-road MPV.
Label tersebut memberi gambaran kuat tentang arah produk yang disiapkan Nissan bersama Dongfeng. Keduanya tampak ingin menghadirkan MPV yang tidak hanya efisien, tetapi juga punya fleksibilitas untuk menghadapi jalan ringan di luar aspal.
Istilah mild off-road menjadi sorotan karena tidak umum dipakai pada MPV. Walau belum ada penjelasan rinci soal sistem penggerak roda, istilah itu menunjukkan kemampuan jelajah ringan, bukan karakter off-road berat seperti SUV ladder frame.
PHEV jadi fokus utama
Perubahan paling besar dari Evalia baru terletak pada teknologi penggeraknya. Jika rencana ini berjalan, model tersebut akan masuk ke wilayah plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV, jauh dari identitas Evalia lama yang lebih sederhana.
Model baru itu juga diperkirakan tetap hadir dalam versi mesin pembakaran internal atau ICE. Untuk varian mesin bakar, kapasitas 2.000 cc disebut berpeluang digunakan, sementara versi PHEV diperkirakan mengandalkan mesin 1.200 cc sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
Meski begitu, Nissan dan Dongfeng belum mengumumkan spesifikasi lengkapnya. Desain final, konfigurasi kabin, kapasitas baterai, tenaga gabungan sistem hybrid, dan daftar fitur yang akan dibawa masih belum diungkap.
Diposisikan untuk pasar China
Di China, model ini akan dipasarkan di bawah merek Zhengzhou Nissan. Penempatan itu sejalan dengan riwayat penjualan NV200 generasi pertama di negara tersebut, yang berlangsung pada 2010 hingga 2016 sebelum akhirnya berhenti dipasarkan.
Karena itu, kehadiran penerusnya terasa seperti menghidupkan lagi nama lama yang sempat lama vakum. Namun, kali ini arah pengembangannya jauh lebih modern dan lebih berani dibandingkan pendahulunya.
Jadwal yang beredar menyebut mobil ini bakal meluncur pada kuartal ketiga 2026 untuk pasar China. Sampai sekarang, banyak bagian penting masih menjadi tanda tanya, tetapi sinyal yang sudah muncul cukup jelas menunjukkan bahwa Nissan tidak sedang menyiapkan MPV biasa.
Source: otodriver.com