Honda Super-One mulai mencuri perhatian karena kode kendaraan JG6A EV ZZE sudah tercatat di laman resmi Badan Pendapatan Daerah Pemprov DKI Jakarta dengan NJKB Rp257 juta. Angka tersebut belum menjadi harga jual final, tetapi cukup memberi petunjuk bahwa mobil listrik mungil ini disiapkan untuk masuk ke pasar urban Indonesia.
Dari sisi produk, Super-One diposisikan sebagai city car listrik dengan karakter yang lebih interaktif. Mobil ini menonjol lewat bentuk kompak, tampilan retro-sporty, dan fokus penggunaan harian di perkotaan yang padat.
Performa yang dibuat tetap lincah
Di balik bodinya yang kecil, Honda Super-One membawa motor listrik dengan tenaga standar 64 PS atau 47 kW dan torsi 162 Nm. Karakter tersebut menunjukkan bahwa mobil ini disiapkan untuk efisiensi harian sekaligus tetap sigap dalam lalu lintas kota.
Ada tambahan Boost Mode yang membuat tenaganya naik menjadi 95 PS atau 70 kW. Fitur ini memberi dorongan performa saat dibutuhkan, misalnya ketika menyalip atau saat butuh akselerasi singkat di jalan perkotaan.
Fitur berkendara dibuat lebih hidup
Honda tidak hanya menaruh perhatian pada efisiensi, tetapi juga pada rasa berkendara. Super-One dibekali Active Sound Control yang menghadirkan suara buatan bernuansa sporty di dalam kabin.
Selain itu, ada paddle shift yang mensimulasikan perpindahan hingga 7-percepatan. Walau sistem penggeraknya tetap otomatis tunggal, fitur ini membuat pengalaman mengemudi terasa lebih dinamis dan tidak hambar.
Baterai dan jarak tempuh yang diperkirakan
Honda belum mengumumkan kapasitas baterai Super-One secara resmi. Namun, spesifikasinya diperkirakan mengikuti Honda N-One e: yang lebih dulu dipasarkan di Jepang.
Jika mengacu pada model tersebut, baterainya berkapasitas 29,6 kWh dengan jarak tempuh 295 km berdasarkan standar WLTC. Untuk pengisian cepat, DC Fast Charging diklaim mampu mengisi baterai dari 20 persen ke 80 persen dalam 30 menit pada daya maksimum 50 kW.
Sementara itu, pengisian AC dengan daya 6 kW disebut dapat mengisi baterai hingga penuh dalam 4,5 jam. Kombinasi ini membuat Super-One tampak cocok untuk kebutuhan harian di kota yang menuntut mobil listrik ringkas dan praktis.
Desain retro yang dibuat lebih lebar
Secara tampilan, Honda Super-One merupakan pengembangan dari N-One e: dengan bodi yang lebih lebar. Penyesuaian ini dilakukan agar model tersebut sesuai dengan regulasi pasar global, termasuk Asia Tenggara dan Britania Raya, di mana mobil ini juga dipasarkan dengan nama Super-N.
Inspirasi desainnya datang dari Honda City Turbo II era 1980-an. Ciri yang paling mudah dikenali terlihat pada lampu depan bulat, fender wide-body, pelek 15 inci bergaya sporty, dan ventilasi aerodinamis di sudut bumper untuk membantu aliran udara di sekitar roda.
Port pengisian dayanya ditempatkan di grille depan dan memakai standar CCS2 untuk pasar global. Langkah ini memperlihatkan bagaimana Honda menjaga nuansa klasik sambil tetap mengikuti kebutuhan teknologi modern.
Kabin minimalis dengan sentuhan modern
Masuk ke bagian dalam, Super-One mempertahankan kabin sederhana seperti mobil listrik kecil pada umumnya. Namun, Honda memberi sentuhan visual yang lebih segar melalui striping biru-putih pada jok dan panel interior.
Di sisi hiburan, mobil ini membawa head unit 9 inci yang mendukung Android Auto, Apple CarPlay, Bluetooth, dan navigasi. Di depan pengemudi juga tersedia panel instrumen digital 7 inci yang menampilkan informasi berkendara secara real-time.
Kombinasi harga yang masih terbaca melalui NJKB Rp257 juta, desain yang unik, serta fitur berkendara yang dibuat lebih menarik membuat Honda Super-One berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat di segmen mobil listrik urban. Perhatian kini tertuju pada langkah resmi Honda Indonesia terkait spesifikasi final dan waktu kehadiran model ini di Tanah Air.
