Nokia, Indosat, dan NVIDIA Dorong 5G AI yang Siap Ubah Wajah Jaringan Indonesia

Author: Redaksi Android62

Indonesia bersiap memasuki babak baru jaringan seluler ketika Nokia, Indosat Ooredoo Hutchison, dan NVIDIA mendorong pengembangan AI-RAN untuk fondasi konektivitas masa depan. Kolaborasi ini menempatkan kecerdasan buatan di inti jaringan, bukan sekadar sebagai pelengkap teknologi.

Melalui kerja sama strategis global yang diumumkan pada Rabu, 10 Juni 2026, ketiganya menargetkan jaringan yang lebih cerdas, adaptif, dan mampu mendukung layanan digital generasi berikutnya. Bagi jutaan pelanggan, arah baru ini diharapkan menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar, andal, dan responsif.

AI-RAN menjadi poros pengembangan

Nokia dan Indosat akan memodernisasi jaringan di seluruh wilayah Indonesia dengan teknologi 5G Radio Access Network yang terintegrasi kecerdasan buatan. Pendekatan ini menggabungkan penerapan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah untuk membangun infrastruktur berkinerja tinggi.

Arsitektur AI-RAN yang dikembangkan bersama NVIDIA menjadi pusat perhatian dalam kerja sama tersebut. Kombinasi konektivitas dan kecerdasan buatan itu diposisikan sebagai dasar komputasi masa depan di Indonesia.

Ketiga perusahaan kini bersiap menuju tonggak berikutnya setelah uji coba panggilan AI-RAN pertama di Mobile World Congress 2026. Uji coba lapangan di Indonesia dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Efisiensi jaringan dan perluasan cakupan 5G

Dalam kesepakatan komersial ini, Nokia akan memasang perangkat radio Habrok dan Pandion, baseband Levante, serta sistem Centralized RAN. Seluruh solusi itu dirancang untuk menghadirkan otomatisasi manajemen jaringan yang lebih pintar.

Penerapan 5G pita frekuensi rendah akan diperluas ke seluruh jaringan Indosat. Sementara itu, 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80% area jaringan dalam 3,5 tahun ke depan.

Dukungan AI juga diarahkan untuk memangkas konsumsi daya listrik secara signifikan. Perpaduan efisiensi energi dan peningkatan kapasitas menjadikan proyek ini fondasi penting bagi program AI Grid nasional.

Pusat inovasi dan sektor yang disasar

Kerja sama ini ditopang konsep AI Grid yang menggabungkan AI factories terpusat dengan infrastruktur AI-RAN yang tersebar di daerah. Nokia juga memanfaatkan AI-RAN Innovation Center di Surabaya serta ekosistem NVIDIA AI Technology Center untuk mempercepat pengembangan.

Fokus penerapan teknologi AI tidak berhenti pada telekomunikasi. Tiga area yang disasar adalah layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pertanian untuk mempercepat adopsi AI secara nyata.

Pernyataan pimpinan perusahaan

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa perusahaan terus berkembang untuk melayani pelanggan dengan lebih baik melalui inovasi digital. Dari pihak Nokia, President dan CEO Justin Hotard menilai evolusi jaringan masa depan sangat bergantung pada perpaduan konektivitas dan kecerdasan skala besar.

SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, juga menyoroti peran 5G sebagai platform kecerdasan massal. Ia melihat kolaborasi Indosat dan Nokia sebagai contoh bagaimana jaringan seluler dapat berkembang menjadi infrastruktur AI yang lebih luas.

Sinergi tiga perusahaan ini menempatkan Indonesia pada jalur baru pengembangan jaringan seluler berbasis AI. Dengan fondasi tersebut, integrasi teknologi diharapkan menciptakan nilai ekonomi baru dan memperluas inklusi digital di berbagai bidang.

Berita Terbaru