Memilih pelat nomor cantik kini tidak bisa lagi dianggap sebagai urusan kecil. Lewat layanan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan atau NRKB pilihan, pemilik mobil memang bisa menentukan deret angka sesuai selera, tetapi biayanya sudah masuk kategori premium.
Tarif paling rendah ada pada kombinasi empat angka, dengan biaya penerbitan mulai Rp 5 juta. Meski begitu, tidak semua deret bisa masuk kategori ini karena ada batasan pada angka awal yang boleh dipilih.
Aturan itu membuat pilihan nomor tidak sepenuhnya bebas. Kombinasi empat angka hanya berlaku untuk nomor yang diawali 1, 2, 7, 8, dan 9, sedangkan deret yang diawali 3, 4, 5, dan 6 tidak termasuk dalam kategori cantik empat angka.
Biaya naik sesuai tingkat kekhususan nomor
Semakin spesifik format yang diinginkan, semakin besar biaya yang harus disiapkan. Jika pemilik kendaraan ingin pelat tanpa huruf di bagian belakang, tarif penerbitannya naik menjadi Rp 7,5 juta.
Pada level paling tinggi, kombinasi satu angka tanpa huruf belakang dibanderol Rp 20 juta per penerbitan. Skema ini menunjukkan bahwa nomor yang lebih pendek dan lebih eksklusif memiliki harga yang jauh lebih mahal.
Karena itu, nomor pilihan yang dulu sering dianggap sekadar aksesori kini berubah menjadi layanan yang cukup mewah. Pemilik kendaraan perlu menyesuaikan keinginan dengan tarif yang berlaku sebelum mengajukan permohonan.
Pengajuan tetap lewat jalur resmi
Untuk mendapatkan NRKB pilihan, pemohon harus menyiapkan KTP, BPKB, dan STNK. Setelah dokumen lengkap, pendaftaran dapat dilakukan di kantor Samsat atau Gedung Direktorat Lalu Lintas di Polda setempat.
Prosesnya dimulai dengan cek fisik kendaraan untuk pendataan resmi. Setelah itu, berkas diserahkan ke loket pendaftaran dan pemohon mengisi formulir Surat Permohonan Registrasi Kendaraan Bermotor atau SPRKB.
Petugas kemudian memeriksa apakah kombinasi angka yang diminta masih tersedia. Jika nomor tersebut belum dipakai orang lain, tahap berikutnya bisa berlanjut ke pembayaran.
Tidak semua nomor langsung bisa dipakai
Ketersediaan menjadi faktor penting dalam layanan ini. Nomor yang diminati bisa saja sudah digunakan pemohon lain, sehingga pilihan tersebut tidak dapat diproses lebih lanjut.
Dalam kondisi itu, petugas akan memberi tahu bahwa nomor tersebut sudah terpakai. Pemohon lalu diminta mencari angka pengganti yang masih tersedia di sistem.
Mekanisme tersebut membuat pemilik kendaraan tetap punya ruang untuk memilih nomor polisi sesuai preferensi. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada deret angka yang belum dipakai oleh pihak lain.







