Erling Braut Håland memang menjadi nama paling mahal dan paling tajam di skuad Norwegia, tetapi kekuatan tim ini tidak bertumpu pada satu pemain saja. Hampir seluruh anggota tim besutan Ståle Solbakken datang dari klub-klub yang rutin bermain di level tertinggi Eropa, dan itu menjadi salah satu alasan Norwegia mampu menghadirkan kejutan di Piala Dunia.
Komposisi seperti itu membuat Norwegia terlihat jauh lebih siap dibanding banyak tim kuda hitam lain. Mereka bahkan sudah mengemas empat kemenangan di turnamen ini, termasuk saat menyingkirkan Côte d’Ivoire dan Brazil pada fase gugur.
Deretan klub para pemain Norwegia
| Pemain | Posisi | Klub |
|---|---|---|
| Ørjan Nyland | GK | Sevilla (La Liga) |
| Sander Tangvik | GK | Hamburg (Bundesliga) |
| Egil Selvik | GK | Watford (EFL Championship) |
| Julian Ryerson | RB | Borussia Dortmund (Bundesliga) |
| Marcus Holmgren Pedersen | RB | Torino (Serie A) |
| Kristoffer Ajer | CB | Brentford (Premier League) |
| Leo Østigård | CB | Genoa (Serie A) |
| Sondre Langås | CB | Derby County (EFL Championship) |
| Henrik Falchener | CB | Viking (Eliteserien) |
| Torbjørn Heggem | CB | Bologna (Serie A) |
| David Møller Wolfe | LB | Wolverhampton Wanderers (Premier League) |
| Fredrik André Bjørkan | LB | Bodø/Glimt (Eliteserien) |
| Morten Thorsby | CM | Cremonese (Serie A) |
| Patrick Berg | CM | Bodø/Glimt (Eliteserien) |
| Sander Berge | CM | Fulham (Premier League) |
| Kristian Thorstvedt | CM | Sassuolo (Serie A) |
| Thelo Aasgaard | CM | Rangers (Scottish Premiership) |
| Fredrik Aursnes | CM | Benfica (Primeira Liga) |
| Martin Ødegaard | CAM | Arsenal (Premier League) |
| Andreas Schjelderup | LW | Benfica (Primeira Liga) |
| Jens Petter Hauge | LW | Bodø/Glimt (Eliteserien) |
| Oscar Bobb | RW | Fulham (Premier League) |
| Antonio Nusa | LW | RB Leipzig (Bundesliga) |
| Alexander Sørloth | ST | Crystal Palace (Premier League) |
| Jørgen Strand Larsen | ST | Atlético Madrid (La Liga) |
| Erling Braut Håland | ST | Manchester City (Premier League) |
Nama-nama besar itu memperlihatkan seberapa dalam kualitas skuad Norwegia saat ini. Patrick Berg menjadi salah satu contoh paling menonjol karena tampil kuat bersama Bodø/Glimt dan sempat menjadi figur kunci saat klub tersebut mencapai babak 16 besar Liga Champions musim lalu.
Håland tetap berada di kelas berbeda
Di tengah skuad yang merata, Håland tetap menempati posisi yang tidak tersentuh pemain lain. Dua golnya ke gawang Brazil membuat totalnya menjadi tujuh gol dalam empat penampilan pertama di Piala Dunia, ditambah 16 gol dalam delapan laga kualifikasi.
Catatan itu ikut mengangkat rekor internasionalnya menjadi 62 gol dalam 54 caps, jauh melewati rekor nasional Jørgen Juve yang bertahan sejak 1934 dengan 33 gol. Secara global, hanya 37 pemain pria yang pernah mencetak gol internasional lebih banyak daripada Håland, dan jaraknya kini hanya dua gol dari Kylian Mbappé.
Nilai pasar tertinggi di skuad Norwegia
| Pemain | Nilai pasar |
|---|---|
| Erling Braut Håland | $230 million |
| Martin Ødegaard | $74 million |
| Jørgen Strand Larsen | $46 million |
| Antonio Nusa | $37 million |
| Andreas Schjelderup | $34 million |
| Oscar Bobb | $32 million |
| Sander Berge | $29 million |
| Julian Ryerson | $29 million |
| Alexander Sørloth | $21 million |
| Kristoffer Ajer | $21 million |
Dengan nilai pasar $230 million, Håland berdiri jauh di atas pemain lain dalam skuad. Martin Ødegaard menjadi pembanding terdekat dengan nilai $74 million, sementara Jørgen Strand Larsen, Antonio Nusa, Andreas Schjelderup, dan Oscar Bobb juga berada di jajaran pemain bernilai tinggi.
Catatan: Semua estimasi nilai pasar berasal dari Transfermarkt.
Kekuatan Norwegia juga terlihat dari penyebaran pemain mereka di berbagai liga top Eropa. Ada yang tampil di Premier League, Serie A, Bundesliga, La Liga, Primeira Liga, Scottish Premiership, EFL Championship, hingga Eliteserien.
Meski begitu, tim ini masih punya satu persoalan unik di posisi kiper. Norwegia sempat mencoba menaturalisasi Nikita Haikin, tetapi kiper Rusia yang sudah membela Bodø/Glimt sejak 2019 itu ditolak kelayakannya pada Mei.
Situasi tersebut membuat Ørjan Nyland tetap menjadi pilihan utama, meski saat ini tidak memiliki klub. Kiper berusia 35 tahun itu pernah memperkuat Aston Villa, Norwich, Reading, RB Leipzig, dan terakhir Sevilla sebelum dilepas, dan performanya disebut cukup meyakinkan sepanjang turnamen ini, terutama saat menang atas Brazil.
Di laga berikutnya, Norwegia akan menghadapi England pada perempat final di Hard Rock Stadium pada Sabtu. Laga itu akan menjadi ujian lanjutan bagi tim yang sejauh ini berhasil melampaui ekspektasi dan tetap menjaga ketajaman Håland di lini depan.
Source: fansided.com






