Feyenoord tidak mampu mengubah sederet peluang emas menjadi gol saat menjamu Club Brugge di De Kuip. Laga uji coba itu berakhir 0-0, meski kedua tim sama-sama sempat berada dalam situasi yang sangat mengancam gawang lawan.
Hasil tanpa gol tersebut terasa lebih menonjol karena Feyenoord beberapa kali tampil percaya diri dalam membangun serangan. Tim asal Rotterdam bermain tenang saat menguasai bola dan mampu menekan lawan pada fase awal pertandingan.
Kesempatan terbaik Feyenoord lewat Borges dan Ferri
Ancaman paling berbahaya datang dari serangan cepat yang melibatkan Borges dan Ferri. Borges mendapat peluang besar dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Club Brugge, tetapi tembakannya justru membentur tiang.
Tidak lama kemudian, Ferri juga memperoleh kans ideal setelah transisi cepat. Namun, penyelesaiannya belum tajam karena bola mengarah tepat ke penjaga gawang.
| Momen Kunci | Respons Pemain | Hasil |
|---|---|---|
| Peluang Borges | Menembak dalam situasi satu lawan satu | Mengenai tiang |
| Peluang Ferri | Menuntaskan serangan balik cepat | Tembakan tepat ke kiper |
| Kans Tresoldi untuk Brugge | Mendapat bola dari jarak dekat | Melambung tinggi |
| Sundulan St. Juste | Menyambut sepak pojok Vanhoutte | Mengenai mistar |
Club Brugge sendiri tidak datang tanpa ancaman. Tresoldi sempat memiliki kesempatan besar untuk membuka skor, tetapi sundulannya dari jarak dekat justru melambung tinggi.
Ancaman yang lebih berat muncul ketika St. Juste menanduk bola hasil sepak pojok Vanhoutte. Bola sempat memantul keras ke mistar dan membuat Feyenoord nyaris kebobolan.
Feyenoord tetap rapat saat diserang
Di tengah tekanan lawan, Feyenoord masih terlihat cukup disiplin dalam menjaga struktur permainan. 1908.nl menulis bahwa para pemain Rotterdam tampak percaya diri di De Kuip, dengan tekanan yang cukup baik terhadap lini belakang Brugge.
Beberapa momen cepat dari tim tamu masih bisa dipatahkan. Read sempat menghalangi bola sebelum peluang Brugge berakhir melenceng, sementara Wellenreuther juga sempat mendapat benturan keras dari pemain lawan namun tetap bisa melanjutkan permainan.
Partai ini juga sempat dihentikan sebentar untuk drinkpauze oleh wasit Marc Nagtegaal. Selain itu, Shandre Campbell dan Jorne Spileers masing-masing menerima kartu kuning dalam laga yang berlangsung cukup intens tersebut.
Susunan baru dicoba setelah jeda
Memasuki babak kedua, Feyenoord menurunkan susunan Wellenreuther; Deijl, Ahmedhodzic, Marmol, Wessels, Van den Elshout, Steijn, Zechiël; Borges, Tengstedt, Diarra. Pergantian ini memperlihatkan bahwa uji coba tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat kombinasi pemain yang berbeda.
Laga tetap berjalan tanpa gol hingga peluit akhir berbunyi. Bagi Feyenoord, hasil 0-0 ini meninggalkan kesan bahwa mereka cukup percaya diri dan mampu menciptakan peluang, tetapi efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan yang belum selesai.
Source: 1908.nl






