Norwegia menonjol bukan karena satu keunggulan saja, melainkan karena kombinasi yang jarang ditemukan dalam satu negara. Di satu sisi, tingkat korupsinya termasuk yang terendah di dunia, sementara di sisi lain pajak yang diberlakukan tergolong tinggi untuk membiayai layanan publik yang luas.
Perpaduan itu membuat Norwegia sering dipandang sebagai contoh negara dengan sistem sosial yang kuat. Transparansi pemerintahan, penegakan hukum yang tegas, dan manfaat pajak yang kembali dirasakan warga menjadi fondasi utama yang menjaga kepercayaan publik tetap tinggi.
Korupsi Hampir Tidak Menjadi Masalah
Melansir Ganintegrity, Norwegia termasuk negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia. Dunia usahanya juga dinilai transparan, sehingga praktik korupsi hampir tidak menjadi hambatan dalam perdagangan maupun investasi.
Suap kecil dan korupsi birokrasi nyaris tidak ditemukan. Hukum di Norwegia mengatur tegas berbagai tindak pidana, mulai dari suap aktif dan pasif, penyalahgunaan pengaruh, penipuan, pemerasan, penyalahgunaan kepercayaan, hingga pencucian uang.
| Aspek | Gambaran di Norwegia |
|---|---|
| Korupsi | Tingkatnya sangat rendah |
| Suap kecil | Nyaris tidak ditemukan |
| Penegakan hukum | Aturan antikorupsi diterapkan konsisten |
| Risiko lintas negara | Tindak pidana di luar wilayah Norwegia tetap dapat dihukum |
Aturan itu berlaku bagi warga negara maupun pihak yang berada di bawah yurisdiksi hukum Norwegia. Bahkan, jika tindak pidana dilakukan di luar wilayah Norwegia, pelakunya tetap dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 10 tahun.
Perusahaan juga bisa dimintai pertanggungjawaban pidana jika terbukti terlibat dalam praktik korupsi yang dilakukan atas nama perusahaan. Pemerintah Norwegia melarang pemberian uang pelicin, sementara hadiah dan jamuan bisa dianggap melanggar hukum bergantung pada nilai, tujuan, dan keuntungan yang diperoleh.
Pendidikan Negeri dan Biaya Kuliah yang Berbeda untuk Mahasiswa Asing
Melansir education.ec.europa.eu, perguruan tinggi negeri di Norwegia tidak memungut biaya kuliah bagi mahasiswa setempat serta mahasiswa dari Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa. Namun, mahasiswa internasional dari luar kawasan EU/EEA umumnya tetap harus membayar biaya kuliah untuk sebagian besar program studi.
Besaran biayanya berbeda-beda tergantung universitas dan program yang dipilih. Secara umum, biaya untuk mahasiswa non-EU/EEA berkisar antara 130.000 hingga 390.000 kroner Norwegia per tahun.
| Kelompok Mahasiswa | Biaya Kuliah |
|---|---|
| Mahasiswa lokal | Gratis di perguruan tinggi negeri |
| Mahasiswa EU/EEA | Gratis di perguruan tinggi negeri |
| Mahasiswa non-EU/EEA | 130.000–390.000 kroner Norwegia per tahun |
Sejumlah universitas menawarkan pembebasan biaya kuliah atau bantuan pendanaan sebagian bagi mahasiswa asing. Pemerintah Norwegia tidak menyediakan beasiswa khusus untuk mahasiswa internasional, tetapi jalur pendanaan lain masih tersedia, termasuk Erasmus Mundus dan hibah mobilitas Erasmus+ melalui universitas asal.
Kepercayaan Publik Tinggi dan Pajak yang Kembali dalam Layanan
Dalam artikel Southern Oregon University, negara-negara Nordik memiliki tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah yang tinggi. Berdasarkan data OECD, Norwegia mencatat angka tertinggi di kawasan itu, yakni 77 persen.
Kepercayaan tersebut didorong oleh pemerintahan daerah yang terdesentralisasi, iklim politik yang lebih kolaboratif, serta penggunaan pajak yang kembali terasa dalam layanan publik. Sistem multipartai juga membuat lebih banyak pandangan terwakili di parlemen.
| Faktor | Kondisi di Norwegia |
|---|---|
| Kepercayaan publik | 77 persen |
| Sistem politik | Multipartai, sekitar 10 partai di parlemen |
| Penggunaan pajak | Untuk transportasi umum, pendidikan, dan kesehatan |
Pajak yang tinggi dipakai untuk membiayai transportasi umum, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kota-kota di negara Nordik memiliki jaringan kereta bawah tanah dan bus yang luas, sementara pendidikan tinggi di sejumlah institusi juga dapat diakses tanpa biaya kuliah hingga jenjang magister dan doktor.
Layanan kesehatan ditopang sistem jaminan sosial, sehingga masyarakat tidak perlu menanggung biaya besar saat berobat. Dalam praktiknya, skema itu membuat pajak tinggi di Norwegia dipandang sebagai imbalan langsung atas layanan publik yang terasa nyata.
Negara yang Menaruh Perhatian Besar pada Keluarga, Pendidikan, dan Buku
Melansir hurtigruten, Norwegia memiliki kebijakan cuti orang tua yang sangat baik. Ibu yang baru melahirkan berhak mengambil cuti 49 minggu dengan gaji penuh atau 59 minggu dengan 80 persen gaji, sementara ayah juga mendapat jatah cuti berbayar untuk mengasuh anak.
Di sisi lain, tingkat pendidikan warganya juga tinggi. Sekitar 37 persen penduduk Norwegia telah menyelesaikan pendidikan tinggi, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat pendidikan tertinggi di Eropa.
| Indikator Sosial | Data Norwegia |
|---|---|
| Cuti ibu melahirkan | 49 minggu gaji penuh atau 59 minggu dengan 80 persen gaji |
| Pendidikan tinggi | 37 persen penduduk telah menyelesaikannya |
| Belanja buku per tahun | US$76 per orang |
| Judul buku baru | Sekitar 2.000 judul per tahun |
Minat baca masyarakatnya juga kuat. Rata-rata penduduk menghabiskan sekitar US$76 atau setara Rp1,3 juta untuk membeli buku setiap tahun, dan sekitar 2.000 judul buku baru diterbitkan setiap tahunnya.
Listrik Bersih dari PLTA
Fakta lain yang mencolok datang dari sektor energi. Sekitar 98–99 persen listrik di Norwegia berasal dari pembangkit listrik tenaga air atau PLTA.
Angka itu termasuk yang tertinggi di dunia dan menunjukkan bagaimana Norwegia mengandalkan energi terbarukan dalam skala besar. Kombinasi infrastruktur, kebijakan publik, dan kedisiplinan sosial membuat negara ini tampak sangat berbeda dari banyak negara lain.
Dengan struktur sosial yang kuat, pajak tinggi yang kembali ke layanan publik, serta korupsi yang nyaris tidak menjadi masalah, Norwegia terus menegaskan dirinya sebagai salah satu negara dengan tata kelola paling menarik untuk diamati.
Source: www.viva.co.id






