Nothing mencatat lonjakan pengiriman smartphone 105% secara tahunan di India pada kuartal kedua. Pertumbuhan itu terjadi ketika pasar smartphone India justru menyusut 10%, penurunan pengiriman terbesar dalam enam tahun terakhir.
Data Counterpoint Research menempatkan Nothing sebagai merek dengan pertumbuhan pengiriman tertinggi di pasar tersebut. Kontras ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap produk tertentu masih dapat tumbuh di tengah tekanan pasar yang luas.
Pendorong utama kenaikan Nothing datang dari permintaan terhadap Phone (4a) dan Phone (4a) Pro. Status perusahaan sebagai sponsor utama tim kriket RCB juga dinilai memberi tambahan visibilitas bagi merek tersebut.
Segmen Murah Terkena Tekanan Biaya
Tekanan terbesar di India terjadi pada perangkat dengan harga di bawah INR 15.000. Pengiriman di segmen ini turun 45% secara tahunan karena konsumen kelas harga rendah sangat sensitif terhadap kenaikan harga.
Menurut Counterpoint Research, harga rata-rata smartphone telah naik sekitar 15% pada akhir kuartal kedua. Kenaikan biaya memori dan penyimpanan menjadi faktor utama yang mendorong perubahan harga perangkat.
Sebaliknya, kategori smartphone di atas INR 45.000 relatif stabil. Ketahanan segmen premium dikaitkan dengan makin luasnya penggunaan opsi pembiayaan oleh konsumen.
| Merek | Pangsa Pasar Q2 | Perubahan atau Catatan |
|---|---|---|
| vivo | 17,8% | Menjadi 19,5% jika iQOO dihitung |
| Samsung | 17,6% | Pengiriman naik 2% |
| Xiaomi | 9,4% | Naik dari 8% |
| Poco | 4% | Turun dari 5,4% |
| Oppo, OnePlus, dan Realme | 26,1% | Pangsa gabungan ketiga merek |
Peta Persaingan Merek Besar
Dalam penghitungan merek tunggal, vivo memimpin pasar smartphone India dengan pangsa 17,8%. Angkanya menjadi 19,5% bila iQOO dimasukkan, karena Counterpoint Research memisahkan submerek tersebut dari merek induknya.
Samsung berada tepat di belakang vivo dengan pangsa 17,6% dan menjadi salah satu pemain besar yang masih menaikkan pengiriman. Volume pengirimannya tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Xiaomi meningkatkan pangsa dari 8% menjadi 9,4%, sementara Poco bergerak ke arah berlawanan. Pangsa Poco turun dari 5,4% menjadi 4%, tetapi pangsa gabungan keduanya tetap 13,4%.
Oppo tercatat berada di posisi ketiga apabila merek dihitung secara individual. Namun, gabungan Oppo, OnePlus, dan Realme menguasai 26,1% pasar, menjadikan kelompok itu pemegang pangsa terbesar.
Premium Bertahan, Pasar Diproyeksikan Melemah
Google menjadi merek dengan pertumbuhan tertinggi di kategori premium dengan kenaikan pengiriman 68% secara tahunan. Kinerja itu dikaitkan dengan keputusan Google yang tidak menaikkan harga perangkatnya.
Apple mencatat penurunan pengiriman 3% secara tahunan, meski pangsa pasarnya mencapai 7%. Pangsa merek-merek China pada kuartal kedua juga menjadi yang terendah untuk periode tersebut sejak 2020.
Counterpoint Research memperkirakan pasar smartphone India dapat menyusut 13% sepanjang tahun karena harga memori diprediksi terus naik. Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan Nothing menunjukkan kuatnya peran permintaan produk dan visibilitas merek dalam menghadapi pasar yang melemah.
