Kekalahan Argentina pada final Piala Dunia FIFA 2026 memicu kerusuhan di sejumlah kawasan Buenos Aires. Di sekitar Obelisco, lokasi yang biasanya menjadi pusat perayaan, massa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.
Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan setelah pertandingan usai. Sejumlah suporter melempar botol kaca serta benda lain ke arah petugas di tengah upaya pengendalian massa.
Sedikitnya 15 orang diamankan seusai peluit akhir berbunyi. Beritasatu melaporkan ketegangan meluas ketika kekecewaan atas kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara dunia melanda ibu kota.
Gol Tunggal pada Babak Tambahan
Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dalam laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat. Kedua tim tidak mampu memecah kebuntuan selama waktu normal sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
| Tim | Hasil Final | Catatan |
|---|---|---|
| Argentina | Kalah 0-1 | Gagal mempertahankan gelar juara dunia |
| Spanyol | Menang 1-0 | Meraih gelar Piala Dunia kedua |
Ferran Torres menjadi pembeda dengan gol pada menit ke-106 setelah masuk sebagai pemain pengganti. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta dan memastikan Spanyol menutup final dengan kemenangan tipis.
Keberhasilan tersebut membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. Tim asuhan Luis de la Fuente juga melanjutkan prestasi setelah sebelumnya menjadi juara UEFA Euro 2024.
Perjalanan Spanyol menuju gelar ditopang pertahanan yang sulit ditembus. Mereka hanya kemasukan satu gol dalam delapan pertandingan sepanjang turnamen.
Scaloni Serukan Sikap Lapang Dada
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyampaikan kesedihannya setelah hasil final tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian menuju pertandingan puncak tetap lahir dari usaha besar seluruh pemain.
“Saya merasa sedih sekarang. Namun di atas segalanya, saya memiliki rasa terima kasih yang tak terhingga kepada anak-anak ini, karena mencapai sejauh ini membutuhkan usaha yang luar biasa,” kata Scaloni seusai pertandingan.
Ia meminta masyarakat Argentina tetap menghargai perjuangan tim meski gagal mempertahankan gelar. Menurut Scaloni, sikap dalam menerima kekalahan juga penting bagi tim yang telah memberikan seluruh kemampuan.
“Kita hebat dalam kemenangan dan kita harus hebat dalam kekalahan, serta mengingat apa yang telah kita lakukan. Kita telah memberikan segalanya,” tutur Scaloni. Pesan tersebut disampaikan ketika gangguan keamanan muncul di beberapa titik Buenos Aires.
Kekalahan ini menghentikan upaya Argentina untuk kembali menjadi juara dunia. Sementara itu, kemenangan Spanyol menegaskan efektivitas mereka dalam final ketat yang ditentukan pada babak tambahan.
