Lebih dari 336.000 nasabah HSBC Indonesia akan masuk ke naungan baru setelah PT Bank OCBC NISP Tbk resmi mengambil alih bisnis International Wealth and Premier Banking milik bank tersebut. Perpindahan itu langsung membawa aset kelolaan atau AUM senilai Rp89,8 triliun ke OCBC NISP dan menjadikannya salah satu langkah besar di pasar wealth management domestik.
Di dalam portofolio yang berpindah, terdapat dana investasi senilai Rp58,2 triliun yang berasal dari obligasi, reksa dana, dan asuransi. Ada pula simpanan nasabah sebesar Rp31,6 triliun yang ikut bergeser bersama pengalihan aset dan liabilitas segmen premium tersebut.
Penguatan di segmen nasabah affluent
Langkah ini mempertegas ambisi OCBC NISP untuk mendekat ke segmen nasabah affluent. Manajemen menilai akuisisi tersebut akan memperkokoh posisi perseroan di layanan premium dan memperluas ekosistem wealth management di Indonesia.
Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja, menyebut bisnis International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia memiliki basis nasabah yang solid. Ia juga menilai bisnis itu punya kapabilitas kuat dalam menyediakan solusi keuangan yang komprehensif.
Parwati menambahkan, integrasi ini akan memanfaatkan kekuatan jaringan grup jasa keuangan yang lebih luas. Sinergi dengan Bank of Singapore dan Great Eastern diharapkan membuat pilihan produk perbankan dan investasi bagi nasabah menjadi lebih variatif.
Nasabah, karyawan, dan portofolio yang ikut berpindah
Pengalihan ini tidak hanya menyentuh dana kelolaan. Sekitar 1.300 karyawan dan portofolio kredit ritel kecil senilai Rp3,6 triliun juga ikut berpindah ke OCBC NISP.
Seluruh proses tersebut melibatkan 26 cabang HSBC Indonesia yang selama ini melayani nasabah segmen itu. OCBC NISP menargetkan migrasi nasabah dan karyawan selesai sepenuhnya pada kuartal kedua 2027.
Meski begitu, transaksi ini belum langsung tuntas. Pengalihan masih harus memenuhi persyaratan pendahuluan dan memperoleh persetujuan regulator sebelum seluruh proses berjalan sempurna.
Dampak bagi ukuran bisnis OCBC NISP
Secara finansial, integrasi ini diproyeksikan mendorong total AUM OCBC NISP naik sekitar 25 persen. Saldo kartu kredit juga diperkirakan meningkat lebih dari 150 persen setelah penggabungan aset dan basis nasabah selesai dilakukan.
Hingga Maret 2026, OCBC NISP mencatat total aset Rp312,88 triliun. Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga perseroan mencapai Rp226,4 triliun.
Manajemen menyatakan seluruh pendanaan aksi korporasi ini berasal dari dana internal perusahaan. Nilai transaksi final akan ditentukan setelah proses penyelesaian, sementara Bloomberg memperkirakan valuasi bisnis retail banking dan wealth management itu melampaui US$200 juta atau sekitar Rp3,4 triliun.







