Persetujuan charter bank untuk Coinbase, Ripple, dan sejumlah perusahaan kripto kini menjadi salah satu titik paling panas dalam pertarungan kebijakan di Washington. Industri kripto menilai langkah itu sah dan penting untuk mendukung layanan stablecoin, sementara Senator Elizabeth Warren menyebutnya melanggar hukum perbankan Amerika Serikat.
Perdebatan ini jauh lebih besar daripada sekadar izin untuk satu perusahaan. Yang dipertaruhkan adalah batas antara bisnis kripto dan fungsi perbankan, terutama saat stablecoin makin menjadi fokus pengawasan federal.
The Digital Chamber, salah satu kelompok dagang utama di industri kripto, bergerak untuk mempertahankan keputusan regulator. Dalam surat kepada Jonathan Gould, kepala Office of the Comptroller of the Currency, kelompok itu meminta OCC berdiri di belakang persetujuan charter tersebut dan terus membangun ekspektasi pengawasan yang jelas untuk trust bank.
Sepanjang tahun terakhir, OCC telah memberikan national trust bank charters kepada sejumlah nama besar di sektor kripto. Daftarnya mencakup Coinbase, Circle, Ripple, Paxos, BitGo, Fidelity, Crypto.com, Stripe, dan Protego.
Bagi industri, status trust charter punya arti strategis. Struktur ini memungkinkan perusahaan menyediakan layanan tertentu tanpa harus berubah menjadi bank simpanan biasa, termasuk untuk penerbitan, penebusan, dan kustodi stablecoin beserta dana yang menopang token itu.
Model tersebut juga berbeda dari bank tradisional karena national trust companies berada di bawah pengawasan dengan aturan yang lebih ringan. Entitas seperti ini umumnya menangani layanan fidusia, termasuk mengelola aset atas nama pihak lain, tetapi tidak menerima simpanan nasabah.
The Digital Chamber menolak pandangan bahwa aktivitas pembayaran dan pinjam-meminjam stablecoin berada di luar cakupan perusahaan trust nasional. Kelompok itu menegaskan bahwa Coinbase dan Ripple tidak menerima simpanan yang diasuransikan FDIC, sehingga model bisnis mereka tidak sama dengan bank simpanan.
Dorongan industri juga bersandar pada perubahan kebijakan yang lebih luas di Kongres. The Digital Chamber menilai Kongres justru memberi dasar bagi OCC untuk memperluas privilese perbankan bagi bisnis stablecoin lewat GENIUS Act.
Cody Carbone, CEO The Digital Chamber, menyebut akan aneh jika Kongres secara bipartisan membentuk kategori baru penerbit stablecoin yang diatur federal, tetapi OCC menahan diri memakai kewenangan charter-nya. Pandangan itu menjadi salah satu argumen utama industri untuk mempertahankan jalur trust bank.
Di sisi lain, Warren mengambil posisi berlawanan. Senator dari Massachusetts itu menilai persetujuan charter tersebut melanggar hukum perbankan Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa penggunaan trust charter yang restriktif untuk menjalankan fungsi perbankan yang lebih luas dapat memunculkan ancaman sistemik bagi sistem perbankan AS.
Tuduhan itu langsung memicu penolakan dari pelaku industri kripto. Mereka menilai interpretasi Warren terlalu jauh dan tidak sejalan dengan cara kerja trust charter yang telah diberikan kepada perusahaan-perusahaan tersebut.
Sengketa ini juga memperlihatkan tarikan yang lebih luas antara industri kripto dan lobi perbankan di Washington. Selama berbulan-bulan, lobi bank mendorong pembuat kebijakan agar membatasi kemampuan perusahaan stablecoin menawarkan insentif yang bisa bersaing dengan rekening tabungan bank.
Namun dalam proses legislasi terbaru, pembuat kebijakan akhirnya berpihak pada industri kripto. Hasil itu memperkuat posisi perusahaan yang kini berusaha menunjukkan bahwa charter trust nasional tetap sah untuk menopang bisnis stablecoin mereka.
