Odyssey 3D Tanpa Kacamata Dan TV AI Samsung Tunjukkan Arah Layar Premium 2026

Samsung semakin menegaskan bahwa layar premium ke depan tidak lagi hanya soal resolusi tinggi atau desain tipis. Di Australian Tech Summit 2026 di Sydney, perusahaan ini menempatkan AI sebagai inti pengalaman menonton dan bermain, lalu memamerkan dua arah besar sekaligus: TV rumah yang lebih cerdas dan monitor gaming yang makin imersif.

Arah itu terlihat jelas dari jajaran display 2026 yang dibawa Samsung ke acara tersebut. Di satu sisi ada TV AI untuk penggunaan harian di rumah, sementara di sisi lain ada monitor Odyssey yang mengejar kebutuhan gamer kelas berat lewat 3D tanpa kacamata, refresh rate tinggi, dan resolusi yang sangat tinggi.

Odyssey 3D jadi sorotan utama untuk gamer

Di kategori monitor, perhatian besar tertuju pada Odyssey 3D 27 inci dengan kode G90XF. Monitor ini memakai teknologi eye-tracking dan view-mapping untuk menghadirkan pengalaman 3D tanpa kacamata, sebuah pendekatan yang menjadi salah satu daya tarik terbesar di lini display Samsung tahun ini.

Samsung juga membekali model tersebut dengan refresh rate 165Hz dan response time 1ms GtG2. Kombinasi ini menunjukkan bahwa pengalaman visual yang imersif tetap dipasangkan dengan respons cepat, sesuatu yang penting untuk kebutuhan gaming kompetitif.

Odyssey G8 hadir dengan resolusi kelas atas

Selain model 3D, Samsung juga menampilkan Odyssey G8 32 inci dengan kode G80HS. Monitor ini membawa resolusi 6K, sehingga posisinya masuk ke segmen visual premium yang menonjolkan ketajaman gambar.

Pada mode utamanya, Odyssey G8 mendukung refresh rate 165Hz. Samsung juga menyebut monitor ini bisa berpindah ke mode 330Hz saat digunakan pada resolusi lebih rendah, yaitu 3K, sehingga fleksibilitas performanya ikut menjadi nilai jual.

Masih di lini yang sama, Samsung memperlihatkan Odyssey OLED G8 32 inci dengan kode G80SH. Model ini memakai panel 4K QD-OLED dan refresh rate 240Hz untuk menggabungkan kualitas warna yang tinggi dengan gerakan yang lebih mulus.

TV Micro RGB membawa warna dan kontras lebih agresif

Di sisi televisi, lini Micro RGB 2026 menjadi salah satu bagian yang paling banyak disorot. Seri ini hadir lewat R95H dan R85H, dengan salah satu opsi ukuran mencapai 75 inci.

Samsung menyematkan Micro RGB AI Engine Pro untuk mengoptimalkan warna dan kontras secara real-time. Perusahaan juga menonjolkan cakupan warna 100% BT.2020, yang ditujukan untuk menghadirkan tampilan lebih hidup dan akurat di layar.

Untuk kenyamanan visual, Samsung menambahkan teknologi glare-free agar pantulan cahaya bisa ditekan. Ada pula Micro RGB Precision Color 100 dan Vision AI Companion yang diposisikan untuk memperkuat kualitas gambar sekaligus memberi pengalaman yang lebih personal.

OLED tetap diposisikan sebagai opsi premium

Selain Micro RGB, Samsung juga membawa lini TV OLED 2026 ke Sydney. Seri ini diperkenalkan sebagai opsi premium dengan kualitas gambar sinematik dan desain yang lebih halus.

Model yang paling disorot adalah S95H berukuran 77 inci. Samsung menyebut TV ini menawarkan peningkatan brightness, performa HDR yang lebih canggih, dan desain yang terlihat lebih modern.

Vision AI Companion juga hadir di lini OLED tersebut. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan konten dan berinteraksi langsung dari TV, sementara Art Mode dan Art Store membuat perangkat tetap relevan saat tidak sedang dipakai menonton.

Samsung turut memperkenalkan FloatLayer Design pada TV OLED terbarunya. Desain ini memberi kesan yang lebih ringan dan lebih elegan pada perangkat.

Strategi layar Samsung makin jelas di 2026

Presentasi di Sydney memperlihatkan bahwa Samsung sedang menyusun arah yang cukup tegas untuk display premium. Perusahaan tidak hanya membawa spesifikasi baru, tetapi juga menggabungkan kualitas gambar, desain, dan AI dalam satu arah pengembangan.

Samsung menyebut lini display 2026 sebagai gabungan fitur yang paling dihargai konsumen pada TV dan monitor. Di rumah, fokusnya ada pada pengalaman menonton yang lebih cerdas, sedangkan untuk gamer Samsung menonjolkan imersi, resolusi tinggi, dan kecepatan ekstrem dalam satu ekosistem display.

Source: sammyguru.com

Berita Terkait