Rupiah Jadi Penentu RDG Juli, Mayoritas Ekonom Melihat BI Rate Naik ke 6%

Stabilitas rupiah menjadi pertimbangan terbesar dalam pembacaan arah suku bunga Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026. Mayoritas ekonom dan analis dalam survei BIG Consensus Insights memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 6%.

Keputusan tersebut dijadwalkan diumumkan pada 22 Juli 2026. Jika kenaikan terjadi, tingkat suku bunga acuan akan kembali ke level yang pernah tercatat pada Desember 2024.

Rupiah Memegang Bobot Terbesar

Survei DataIndonesia yang merupakan bagian dari Bisnis Indonesia Group menempatkan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai faktor paling dominan. Bobotnya mencapai 32,61%, lebih tinggi daripada faktor lain yang dinilai responden.

Arus modal asing menjadi pertimbangan kedua dengan bobot 19,57%. Inflasi domestik dan kebijakan suku bunga The Fed masing-masing memperoleh bobot 15,22%.

Faktor PertimbanganBobot
Stabilitas nilai tukar rupiah32,61%
Arus modal asing19,57%
Inflasi domestik15,22%
Kebijakan suku bunga The Fed15,22%
Risiko geopolitik8,7%

Komposisi itu menunjukkan keputusan moneter tidak hanya bertumpu pada pergerakan inflasi. Perkembangan pasar keuangan, keluar-masuk modal, serta risiko global ikut menentukan ruang kebijakan bank sentral.

Pertumbuhan ekonomi domestik, harga komoditas, dan likuiditas perbankan juga tercatat dalam daftar perhatian responden. Beragam indikator tersebut dapat memengaruhi penilaian Bank Indonesia terhadap kebutuhan penyesuaian suku bunga.

Mayoritas Tipis Memilih Kenaikan

BIG Consensus Insights menghimpun pandangan dari 18 ekonom dan analis. Sebanyak 10 responden atau 55,56% memperkirakan suku bunga acuan akan naik menjadi 6%.

Sementara itu, delapan responden atau 44,44% menilai Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga pada 5,75%. Selisih yang sempit memperlihatkan bahwa kedua pilihan masih terbuka menjelang keputusan RDG.

Proyeksi RDG Juli 2026Jumlah RespondenPersentase
BI Rate naik menjadi 6%1055,56%
BI Rate bertahan di 5,75%844,44%

Nilai tengah proyeksi responden berada di 6%. Angka itu mencerminkan ekspektasi kenaikan 25 basis poin dari posisi suku bunga saat ini.

Kelompok yang memperkirakan kenaikan menilai langkah tersebut dapat membantu memperkuat stabilitas nilai tukar dan menjaga ekspektasi inflasi. Sebaliknya, kelompok yang memperkirakan penahanan bunga melihat level 5,75% masih dapat dipertahankan.

Arah Kebijakan Masih Ketat

Sepanjang semester I-2026, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif 100 basis poin. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan yang diperhatikan pasar.

Sebanyak 77,78% responden menilai arah kebijakan moneter Bank Indonesia masih cenderung hawkish. Penilaian tersebut mengarah pada kemungkinan suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama sampai tekanan terhadap stabilitas makroekonomi mereda.

Hasil RDG Juli akan menjadi sinyal penting bagi pasar untuk menilai respons Bank Indonesia terhadap rupiah, arus modal, dan inflasi. Namun, perbedaan pandangan yang tipis dalam survei membuat opsi mempertahankan BI Rate di 5,75% tetap relevan.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terkait