OJK Siapkan RGS 2026, Transparansi dan Etika Jadi Penentu Kepercayaan Industri

Author: Redaksi Android62

Otoritas Jasa Keuangan menempatkan transparansi dan etika sebagai dua penekanan utama dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026. Forum ini disiapkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat tata kelola di industri jasa keuangan agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Ajang tahunan tersebut akan mempertemukan regulator, industri, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan serta praktik terbaik di bidang governance, risk, and compliance (GRC). Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena menegaskan bahwa pembahasan tata kelola tidak bisa dipisahkan dari konteks dan ekosistem yang melingkupinya.

Dua Sesi Utama yang Menyorot Kepercayaan dan Budaya Etis

RGS 2026 mengusung tema Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity. Tema itu mencerminkan dorongan agar tata kelola yang lebih kuat dapat menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesejahteraan nasional.

Forum ini dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 dan menjadi puncak dari rangkaian penguatan GRC serta penegakan integritas sektor jasa keuangan. Media Indonesia melaporkan, OJK bersama lembaga dan asosiasi profesi di bidang GRC juga menyiapkan forum ini sebagai penutup rangkaian kegiatan sepanjang tahun.

Bagian Topik Utama Fokus Pembahasan Catatan
Sesi 1 Strategic Transparency: Redefining Trust and Long-Term Organizational Value Transparansi strategis, tata kelola risiko, akuntabilitas, audit internal Membangun kepercayaan dan nilai organisasi jangka panjang
Sesi 2 Ethics in Action: Building a Values-Driven Culture for Sustainable Performance Tata kelola berbasis etika, budaya organisasi Mendukung kinerja berkelanjutan

Ruang Masukan untuk Memetakan Celah Aturan dan Implementasi

RGS 2026 akan menghadirkan praktisi dan pakar dari dalam maupun luar negeri untuk berbagi pengalaman mengenai perkembangan tata kelola. OJK ingin peserta memperoleh gambaran praktik internasional yang relevan untuk penguatan tata kelola di Indonesia.

Di akhir kegiatan, OJK juga akan menjaring pandangan peserta melalui survei atau kuesioner. Masukan itu akan dikompilasi lalu disampaikan kepada jajaran OJK serta asosiasi sesuai sektor keuangan terkait.

Sophia menjelaskan bahwa tanggapan peserta diharapkan dapat menunjukkan bagian mana yang masih perlu diperkuat, baik dari sisi pengaturan maupun implementasi. OJK ingin memetakan apakah ada aturan yang perlu diperkuat atau justru pelaksanaannya yang masih harus ditajamkan.

Road to RGS Sepanjang Tahun

RGS 2026 merupakan puncak dari rangkaian Road to RGS yang berlangsung sepanjang tahun. Rangkaian itu mencakup forum penguatan fungsi GRC, kelas anti-fraud, pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU-PPT), risiko siber, kegiatan di kampus, serta kompetisi karya inovasi.

Dengan agenda yang menyoroti transparansi dan etika, forum ini diposisikan sebagai tempat menyatukan regulator, industri, dan para ahli. OJK berharap masukan yang lahir dari RGS 2026 dapat dipakai untuk memperbaiki tata kelola secara lebih konkret di sektor jasa keuangan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru