Olahraga Lebih Lama Ternyata Kunci Perlindungan Jantung Yang Lebih Kuat, Hingga 600 Menit Per Minggu

Author: Redaksi Android62

Perlindungan jantung yang lebih kuat tampaknya tidak cukup dicapai dengan olahraga dalam jumlah minimum yang selama ini umum dianjurkan. Studi baru menilai bahwa penurunan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar muncul ketika latihan aerobik naik hingga sekitar 560 sampai 610 menit per minggu.

Temuan ini tidak meniadakan manfaat 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu yang direkomendasikan American Heart Association. Namun, angka tersebut terlihat lebih sebagai titik awal yang penting daripada batas optimal untuk perlindungan jantung.

Risiko turun, tetapi volume lebih tinggi memberi hasil lebih besar

Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang mengikuti pedoman 150 menit per minggu memang mengalami penurunan risiko kardiovaskular sekitar 8 persen hingga 9 persen. Meski begitu, penurunan yang lebih terasa baru terlihat ketika durasi olahraga jauh melampaui ambang itu.

Untuk menekan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 20 persen, peserta dengan tingkat kebugaran terendah perlu berolahraga sedang hingga berat selama 370 menit per minggu. Pada kelompok dengan kebugaran tertinggi, durasi yang dibutuhkan masih berada di angka 340 menit per minggu.

Ketika target perlindungan dinaikkan hingga lebih dari 30 persen, kebutuhan latihan aerobik meningkat lagi. Pada titik itu, volume olahraga yang dibutuhkan berada di kisaran 560 hingga 610 menit per minggu.

Data yang dipakai peneliti

Kesimpulan tersebut disusun dari analisis terhadap lebih dari 17.000 peserta UK Biobank yang datanya dikumpulkan pada 2013 hingga 2015. Rata-rata usia peserta adalah 57 tahun, sekitar 96 persen berkulit putih, dan 56 persen merupakan perempuan.

Selama hampir delapan tahun tindak lanjut, tercatat 1.233 kejadian kardiovaskular. Angka itu mencakup 874 kasus fibrilasi atrium, 156 infark miokard, 111 gagal jantung, dan 92 kejadian stroke.

Kebugaran ikut memengaruhi kebutuhan latihan

Studi ini juga menunjukkan bahwa tingkat kebugaran berperan dalam menentukan seberapa banyak olahraga yang diperlukan untuk memperoleh manfaat jantung yang setara. Orang dewasa yang kurang bugar tampaknya membutuhkan volume latihan lebih besar untuk mencapai penurunan risiko yang sama.

Karena kemampuan fisik tidak sama pada setiap orang, target aktivitas tidak selalu bisa disamaratakan. Hal ini membuat hasil penelitian terasa relevan untuk pembahasan soal pedoman olahraga yang lebih personal.

Keith Diaz, PhD, profesor kedokteran perilaku di Columbia University Medical Center, menilai temuan ini sejalan dengan banyak penelitian sebelumnya. Ia menyebut aktivitas fisik sedang hingga berat serta kebugaran kardiorespirasi yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Diaz, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, juga mengingatkan agar target mingguan yang sangat tinggi dipandang secara hati-hati. Meski begitu, ia menilai studi ini memperkuat pentingnya olahraga rutin untuk kesehatan jantung.

Implikasi bagi pedoman yang ada

Aktivitas aerobik intensitas sedang yang dianjurkan AHA mencakup gerakan yang membuat napas lebih cepat dan detak jantung meningkat, tetapi masih memungkinkan seseorang berbicara. Berjalan kaki, bersepeda, dan berlari termasuk di dalamnya.

Hasil penelitian terbaru tidak membantah manfaat anjuran 150 menit per minggu. Namun, temuan itu memberi sinyal bahwa perlindungan jantung bisa terus meningkat jika durasi olahraga diperpanjang dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Dengan demikian, 150 menit per minggu tetap penting sebagai dasar. Bagi sebagian orang yang ingin menekan risiko penyakit kardiovaskular lebih jauh, volume latihan yang lebih tinggi tampaknya memberikan perlindungan yang lebih kuat.

Source: lifestyle.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru