Omo X Bawa Torsi 320 Nm Dan Layar 10,25 Inci, Harga Preorder Rp35,5 Juta Bikin Lawan Gelisah

Harga preorder Rp35,5 juta langsung menempatkan Omo X sebagai salah satu motor listrik paling menarik di kelasnya. Di titik itu, pabrikan ini tidak hanya menjual motor listrik, tetapi juga paket teknologi yang terasa jauh lebih padat dari ekspektasi pasar Rp30 jutaan.

Sorotan terbesarnya datang dari kombinasi suspensi depan double wishbone dan layar navigasi 10,25 inci. Di atas kertas, paket tersebut membuat Omo X tampil berbeda dari banyak rival yang bermain aman di segmen serupa.

Teknologi yang langsung terasa mahal

Omo X mengandalkan layar TFT smart display 10,25 inci yang menampilkan navigasi, sensor G-Force, konsumsi daya, temperatur, hingga mode berkendara. Seluruh pengaturan fitur diakses lewat joystick di area setang, sementara peta navigasi dari smartphone juga bisa diproyeksikan ke layar motor.

Selain itu, motor ini sudah dibekali speaker stereo Bluetooth bawaan. Musik dari smartphone dapat diputar langsung tanpa perangkat tambahan, sehingga kesan modernnya tidak berhenti di panel instrumen saja.

Sistem aksesnya juga dibuat sepenuhnya digital. Omo X tidak lagi memakai kunci fisik maupun remote, karena seluruh fungsi utama dikendalikan lewat aplikasi.

Performa yang tidak kalah agresif

Di sektor penggerak, Omo X memakai dinamo 13 kW dengan torsi 320 Nm. Angka itu membuat respons awalnya terasa spontan saat tuas gas dibuka, dengan akselerasi yang langsung kuat sejak putaran awal.

Kecepatan puncaknya diklaim mencapai 113 km/jam. Saat diuji, lajunya menuju kecepatan tinggi disebut sangat cepat, meski top speed penuh belum dicoba karena kondisi jalan yang terbatas.

Motor ini juga menyediakan empat riding mode, yaitu Assist, Wet, Comfort, dan Sport. Ketika mode Sport diaktifkan, panel instrumen menampilkan animasi merah dan efek suara tambahan untuk menegaskan karakter yang lebih agresif.

Bagian kaki-kaki jadi pembeda utama

Nilai jual paling mencolok dari Omo X ada pada suspensi depan double wishbone. Teknologi seperti ini umumnya ditemui pada motor premium dan mobil mewah, sehingga kehadirannya di motor listrik kelas ini terasa tidak biasa.

Konstruksi tersebut membantu meredam getaran agar tidak langsung diteruskan ke stang. Hasilnya, pengendara disebut tetap lebih tenang saat melewati jalan rusak atau paving block.

Di belakang, Omo X memakai monoshock dengan single sided swing arm. Kombinasi ini memperkuat kesan premium sekaligus membantu kestabilan saat motor diajak bermanuver.

Wheelbase motor ini sekitar 1,5 meter. Dimensi tersebut ikut menjaga handling tetap stabil saat menikung, sementara posisi baterai di bagian bawah membuat pusat gravitasi rendah sehingga motor terasa lebih anteng meski bodinya besar.

Posisi duduk dan pengereman ikut serius

Omo X dibuat fleksibel untuk kebutuhan harian. Jok yang lebar dan deck panjang memungkinkan pengendara memilih posisi kaki selonjor atau menekuk santai, dengan kecocokan yang disebut pas untuk tinggi badan sekitar 160 sampai 180 cm.

Di bagian pengereman, motor ini sudah membawa ABS dan traction control system atau TCS. Rem depannya memakai cakram 260 mm dengan kaliper empat piston, sedangkan belakang menggunakan cakram 240 mm dua piston.

Fitur lain yang ikut hadir adalah regenerative braking, auto hold, dan cruise control pintar. Sistem cruise control ini diklaim mampu menjaga kecepatan tetap stabil saat jalan menurun maupun menanjak.

Varian, baterai, dan paket preorder

Varian yang diuji di Bogor adalah tipe Smart, salah satu dari dua model Omo X yang akan dipasarkan di Indonesia. Tipe ini belum memakai fitur self balancing seperti varian Balance, tetapi tetap membawa kombinasi teknologi yang terasa melampaui kelas harganya.

Untuk sumber tenaga, Omo X hadir dengan baterai 5,4 kWh dan opsi 7,6 kWh. Jarak tempuh maksimal yang diklaim mencapai 260 kilometer dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam.

Dalam masa preorder, Omo X ditawarkan Rp35,5 juta off the road. Paket itu disertai garansi baterai tujuh tahun dan layanan emergency assistance, sementara pengiriman unit dijadwalkan mulai pertengahan Juni 2026.

Berita Terkait