Omzet usaha Siti Zulfah di Tebet, Jakarta Selatan, kini jauh lebih kuat setelah ia mendapat dukungan Program UMiMAX Pertamina. Dari semula kerap berada di bawah Rp 2 juta per pekan, pendapatan kotor usahanya kemudian naik rata-rata menjadi sekitar Rp 6 juta per minggu, bahkan sempat menembus Rp 10 juta dalam sepekan.
Kenaikan itu menjadi titik balik penting bagi keluarga Siti yang sempat berada dalam tekanan berat. Sebelum usaha pulih, ia harus menghadapi penurunan pendapatan akibat pandemi Covid-19, kehilangan pekerjaan sang suami, hingga biaya pengobatan karena suaminya sakit paru-paru dan menjalani dua kali operasi.
Bertahan saat ekonomi keluarga terpuruk
Di tengah situasi sulit itu, Siti sempat menggadaikan cincin pernikahan untuk membayar sekolah anak. Ia juga mencari pinjaman dari keluarga agar kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.
Warung sederhana yang ia kelola di Jalan Asem Baris Gang X Nomor 11 sempat berhenti cukup lama. Saat itu, ia lebih banyak mendampingi suaminya selama masa pengobatan sementara tekanan ekonomi terus menumpuk.
Belajar usaha kopi modern dari nol
Harapan baru muncul ketika Siti mendapat informasi tentang Program UMiMAX Pertamina pada 2025. Program tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) itu menyasar masyarakat rentan agar bisa membangun kembali penghidupan melalui usaha ultra mikro, pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas bisnis.
Siti sempat ragu karena belum memiliki pengalaman mengelola usaha kopi modern. Namun, ia tetap mengikuti seleksi setelah mendapat penjelasan bahwa program tersebut juga menyediakan bimbingan praktik.
Setelah dinyatakan lolos, ia menerima gerobak usaha, peralatan penyajian, perlengkapan operasional, serta bahan baku kopi. Bantuan yang diterima membuatnya terkejut karena jauh lebih lengkap dari yang dibayangkan.
Melalui pelatihan, Siti mempelajari cara membuat kopi kekinian dengan takaran yang tepat dan rasa yang konsisten. Pembina program memberi arahan secara telaten, termasuk saat menjelaskan pembuatan hot americano dan ukuran air yang harus digunakan.
Menu bertambah, promosi makin luas
Bekal itu membuat Siti berani memperluas jenis dagangan. Selain nasi uduk dan ayam geprek, ia kini menjual kopi kekinian, mi instan, seblak, mi nyemek, dan pilihan lain yang lebih sesuai dengan selera pelanggan sekitar.
Promosi dilakukan secara sederhana melalui WhatsApp, lingkungan sekitar, dan bantuan keluarga yang ikut mengenalkan produknya kepada rekan kerja. Cara ini membantu warungnya kembali dikenal setelah sempat lama berhenti.
Dampak yang terasa langsung bagi keluarga
Kenaikan omzet membuat beban keluarga Siti mulai terangkat. Ia bisa melunasi utang yang sempat dipakai untuk biaya sekolah dan pengobatan, termasuk menebus cincin pernikahan yang dulu digadaikan.
Bagi Siti, manfaat terbesar program itu bukan hanya tambahan modal, melainkan kesempatan untuk bangkit dari masa terpuruk. Pendampingan yang diterimanya memberi dorongan teknis sekaligus psikologis agar usaha bisa berjalan lebih stabil.
Secara keseluruhan, Program UMiMAX Pertamina telah mendukung 168 pelaku usaha ultra mikro dengan total dana hibah mencapai Rp 1,17 miliar. Dari program tersebut, para mitra disebut berhasil membukukan total omzet Rp 2,75 miliar dan laba usaha sebesar Rp 858 juta.
Siti berharap kesempatan seperti itu bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Dari warung kecil yang sempat berhenti, ia kini melihat usahanya sebagai sumber semangat baru untuk membangun kembali kehidupan keluarga.
