Di atas kertas, OnePlus 15 tampak lebih sulit disalahkan karena menawarkan paket yang lebih lengkap di hampir semua lini penting. Ponsel ini membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar LTPO 165Hz, pengisian 120W, sertifikasi IP68/IP69, dan sensor sidik jari ultrasonik.
Namun, Xiaomi 17T Pro tetap punya alasan kuat untuk dipilih. Dengan harga yang sedikit lebih rendah, kamera utama lebih besar, sentuhan Leica, dan telefoto 5x optical zoom, perangkat ini justru terasa lebih menarik bagi pengguna yang memprioritaskan fotografi.
Perbedaan paling tegas ada pada karakter masing-masing flagship
OnePlus 15 diposisikan sebagai flagship serbabisa. Kombinasi performa tinggi, ketahanan bodi yang lebih agresif, dan fitur pengisian daya yang lebih luas membuatnya cocok untuk pengguna yang ingin banyak hal sekaligus dalam satu perangkat.
Xiaomi 17T Pro mengambil pendekatan yang lebih fokus. Ponsel ini menonjol lewat pengalaman kamera, layar yang sangat terang, dan banderol yang sedikit lebih ramah di kelas premium.
Meski selisih harga tipis, pertimbangannya tidak sesederhana itu
Xiaomi 17T Pro dijual di kisaran ₹75,000, sedangkan OnePlus 15 berada di kisaran ₹80,000. Selisih ini memang kecil, tetapi cukup untuk mengubah prioritas pembelian ketika fitur yang didapat juga berbeda karakter.
Bagi sebagian pembeli, harga bukan lagi penentu utama. Yang lebih penting adalah fitur mana yang paling sering dipakai dalam penggunaan harian, mulai dari kamera, layar, hingga daya tahan baterai.
OnePlus 15 unggul di performa, layar, dan ketahanan
Di sektor dapur pacu, OnePlus 15 memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan GPU Adreno 840. Xiaomi 17T Pro menggunakan MediaTek Dimensity 9500, yang tetap kuat tetapi berada di bawah OnePlus dalam hierarki performa Android.
Untuk gaming, efisiensi berkelanjutan, dan aplikasi berat, kombinasi milik OnePlus terasa lebih menjanjikan. Keduanya sama-sama menawarkan RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB dengan UFS 4.1, sehingga kapasitas memori tidak menjadi pembeda utama.
Di bagian layar, OnePlus 15 membawa LTPO AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 165Hz dan adaptive refresh. Panel ini dirancang untuk pergerakan yang lebih mulus saat scrolling maupun gaming.
Xiaomi 17T Pro memakai AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 144Hz dan peak brightness 3.500 nits. Nilai kecerahan puncaknya lebih tinggi, sehingga lebih menguntungkan saat digunakan di bawah cahaya terang.
Xiaomi 17T Pro lebih tajam di kamera utama dan zoom
Bagian kamera menjadi titik di mana Xiaomi 17T Pro mulai mengambil keuntungan. Sensor utama 50MP yang digunakan berukuran 1/1.31 inci dan dibantu tuning Leica, sehingga menarik bagi pengguna yang menyukai karakter foto yang lebih khas.
OnePlus 15 juga membawa kamera utama 50MP, tetapi memakai sensor 1/1.56 inci. Dari sisi ukuran sensor, Xiaomi lebih besar dan berpotensi memberi keuntungan pada hasil gambar utama.
Keunggulan Xiaomi berlanjut ke kamera telefoto. Periskop 50MP miliknya mendukung 5x optical zoom, sementara OnePlus 15 berhenti di 3.5x optical zoom.
Untuk foto jarak jauh dan potret, angka itu memberi Xiaomi posisi yang lebih kuat. Sebaliknya, OnePlus 15 membalas lewat kamera ultrawide 50MP, jauh di atas ultrawide 12MP pada Xiaomi 17T Pro.
Susunan kamera OnePlus terasa lebih seimbang di semua focal length. Pendekatan ini cocok untuk pengguna yang ingin hasil konsisten dari lensa lebar, utama, sampai telefoto.
Baterai besar sama-sama hadir, tetapi OnePlus lebih fleksibel
Xiaomi 17T Pro dibekali baterai 7.000mAh, sementara OnePlus 15 sedikit lebih besar dengan 7.300mAh. Keduanya juga sama-sama mendukung wireless charging 50W.
Perbedaan terasa pada kecepatan dan kelengkapan pengisian. Xiaomi mendukung pengisian kabel 100W, sedangkan OnePlus 15 mencapai 120W dan menambahkan reverse wireless charging, reverse wired charging, serta bypass charging.
Bagi pengguna dengan pemakaian intensif, paket OnePlus lebih praktis. Fitur-fitur itu memberi fleksibilitas lebih besar saat ponsel dipakai untuk gim, pengisian cepat, atau kondisi darurat daya.
Detail kecil ikut memperlebar jarak
Keduanya memakai rangka aluminium sebagai material utama. Xiaomi 17T Pro dibekali Gorilla Glass 7i dan sertifikasi IP68, sedangkan OnePlus 15 memakai Victus 2 dengan IP68/IP69.
Di atas kertas, perlindungan OnePlus lebih kuat untuk kondisi yang lebih keras. Perangkat ini juga memakai fingerprint scanner ultrasonik, sementara Xiaomi masih mengandalkan sensor optik.
Perbedaan lain terlihat di port data. Xiaomi 17T Pro masih memakai USB Type-C 2.0, sedangkan OnePlus 15 sudah memakai USB Type-C 3.2 untuk transfer data yang lebih cepat.
Di sektor audio, Xiaomi menawarkan stereo speaker dengan Dolby Atmos dan Hi-Res Audio. OnePlus 15 juga membawa stereo dan Hi-Res Audio, tetapi tanpa Dolby Atmos.
Keduanya menjalankan Android 16. Xiaomi menggunakan HyperOS 3, sementara OnePlus 15 memakai OxygenOS 16 yang dinilai lebih bersih.
Jika fokus utama ada pada kamera, terutama hasil utama, telefoto, dan harga yang sedikit lebih rendah, Xiaomi 17T Pro punya posisi yang menarik. Tetapi bila yang dicari adalah satu flagship yang terasa lebih komplet di performa, layar, pengisian daya, dan ketahanan, OnePlus 15 tampak lebih meyakinkan.
