OnePlus Hentikan Penjualan di Eropa dan Amerika Utara, Dukungan Lama Tetap Berjalan

Author: Redaksi Android62

OnePlus akan menghentikan penjualan perangkat baru di Eropa dan Amerika Utara, dua pasar internasional besar yang telah digarap merek tersebut selama lebih dari satu dekade. Keputusan ini berarti konsumen di kedua wilayah tidak lagi akan memperoleh ponsel OnePlus baru pada masa mendatang.

Meski penjualan baru dihentikan, perusahaan menyatakan pengguna OnePlus yang sudah ada tetap akan menerima pembaruan perangkat lunak dan layanan purnajual. Jaminan itu menjadi poin penting bagi pemilik perangkat lama di tengah perubahan arah bisnis perusahaan.

Fokus Beralih ke China dan India

Operasional OnePlus di China dan India disebut akan tetap berjalan seperti biasa. Kedua pasar tersebut kini menjadi fokus utama bisnis perusahaan setelah penarikan dari Eropa dan Amerika Utara.

Di pasar Barat, Oppo diperkirakan mengambil peran yang lebih besar setelah OnePlus menghentikan penjualan perangkat baru. Perubahan ini menandai pergeseran strategi salah satu merek yang lama dikenal agresif di segmen ponsel Android.

Peta Produk yang Berubah

Penarikan OnePlus berlangsung ketika produsen besar lain menyiapkan atau memperkenalkan perangkat baru dengan spesifikasi yang menonjol. Xiaomi, Samsung, dan Google menjadi beberapa nama yang memiliki kabar penting dalam perkembangan pasar ponsel global.

Perangkat Informasi Utama Status
Redmi Note 17 Baterai 8.000 mAh, layar OLED 7 inci 120Hz Sudah dijual di China
Redmi Note 17 Pro Baterai 9.000 mAh, kamera 200 MP, pengisian 67W Sudah dijual di China
Pixel 11 Mulai US$899 untuk 256GB, OLED 6,3 inci, RAM 12GB Diperkirakan diungkap 12 Agustus

Menurut GSM Arena, Redmi Note 17 hadir dengan baterai 8.000 mAh dan Redmi Note 17 Pro membawa kapasitas 9.000 mAh. Keduanya termasuk perangkat dengan kapasitas baterai terbesar yang pernah diperkenalkan.

Redmi Note 17 dibanderol mulai CNY 1.199, sedangkan Redmi Note 17 Pro mulai CNY 1.599 di China. Kedua model memakai layar OLED 120Hz, ketahanan debu dan air IP69, Android 16 berbasis HyperOS, serta chipset Qualcomm.

Xiaomi menyebut baterai pada kedua perangkat itu dirancang untuk bertahan hingga 1.600 siklus pengisian daya. Redmi Note 17 Pro menawarkan pembeda melalui kamera utama 200 MP dan pengisian daya 67W, sementara jadwal ketersediaan globalnya belum diumumkan.

Samsung Menjelang Galaxy Unpacked

Samsung dijadwalkan menggelar Galaxy Unpacked pada 22 Juli. Render yang tampak resmi memperlihatkan Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch9, dan Galaxy Watch Ultra2 dalam sejumlah warna baru.

Galaxy Z Fold8 Ultra disebut berpotensi menjadi model paling premium dengan layar lebih besar, kamera utama 200 MP, RAM hingga 16 GB, dan baterai lebih besar dibandingkan model standar. Galaxy Z Fold8 reguler dikabarkan memakai layar sampul lebih lebar untuk mendekatkan pengalaman pakai ke smartphone konvensional.

Kedua model Fold8 diperkirakan menggunakan chipset flagship Qualcomm terbaru. Sementara itu, rumor perubahan desain besar pada Galaxy S27 Ultra mulai diragukan karena Samsung disebut masih mempertahankan rancangan yang dekat dengan Galaxy S26 Ultra.

Google Siapkan Pixel 11

Google juga dijadwalkan mengadakan acara Made by Google pada 12 Agustus, dengan Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold diperkirakan masuk dalam lini yang diumumkan. Listing ritel awal menunjukkan Pixel 11 versi dasar kemungkinan dibuka dari US$899 dengan penyimpanan 256GB.

Pixel 11 standar disebut membawa layar OLED 6,3 inci, RAM 12GB, dan baterai mendekati 5.000 mAh. Keluarga Pixel 11 juga diperkirakan memakai Tensor G6 berfabrikasi 2nm serta modem baru hasil pengembangan MediaTek, meski detail akhirnya masih menunggu pengumuman resmi.

Source: www.gsmarena.com
Berita Terbaru