Opel sedang menyiapkan jalan pintas untuk mempercepat lahirnya SUV listrik baru, dan langkah itu datang dengan konsekuensi besar di Jerman. Di satu sisi, pabrikan ini memangkas 650 pekerjaan teknik di Rüsselsheim, sementara di sisi lain mereka justru mengandalkan teknologi Leapmotor dari China untuk mengisi model baru.
Pilihan tersebut menunjukkan arah baru Opel di bawah Stellantis. Strateginya terlihat jelas: menekan biaya pengembangan, mempercepat elektrifikasi, dan tetap menjaga ciri khas merek yang selama ini menjadi identitas Opel.
SUV baru yang lahir lebih cepat
Model anyar itu dikembangkan dalam waktu kurang dari dua tahun, sebuah tempo yang tergolong cepat untuk kendaraan baru. Dari sisi bisnis, pendekatan ini memberi keuntungan karena biaya dan waktu pengembangan bisa ditekan.
Opel menyebut kendaraan ini sebagai compact SUV atau SUV berukuran menengah dengan ground clearance lebih tinggi. Posisi itu membuatnya berada di segmen yang ramai sekaligus tetap relevan untuk kebutuhan keluarga.
Berdasarkan arah pengembangannya, model ini diperkirakan memakai basis yang mirip dengan Leapmotor B10. Jika mengacu pada ukuran B10 yang memiliki panjang 4.515 mm, SUV Opel diperkirakan akan berada di antara Opel Frontera dan Opel Grandland.
Desain Opel tetap dijaga
Meski fondasi teknisnya datang dari China, Opel menegaskan identitas visualnya tidak akan dilepas. Tim desain di Jerman disebut memastikan mobil ini tetap membawa bahasa desain khas Opel.
Salah satu ciri yang dipertahankan adalah fascia depan Opel Vizor. Tampilan ini dikenal sebagai panel hitam halus dengan lampu LED yang terintegrasi, sehingga wajah mobil tetap mudah dikenali sebagai produk Opel.
Selain itu, SUV ini juga diperkirakan tampil lebih sporty. Karakter tersebut terlihat dari penggunaan pelek besar serta overhang depan dan belakang yang pendek.
Hubungan erat dengan Stellantis dan Leapmotor
Langkah Opel tidak berdiri sendiri karena Stellantis, induk usahanya, sebelumnya telah mengakuisisi 21 persen saham Leapmotor. Investasi ini memberi hak kepada Stellantis untuk memproduksi dan menjual teknologi Leapmotor di luar China.
Bagi Opel, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam grup Stellantis. Fokusnya bukan hanya menghadirkan model baru, tetapi juga mempercepat transisi ke kendaraan listrik dengan beban pengembangan yang lebih terkendali.
Gambaran teknis yang mulai terbaca
Detail resmi SUV listrik ini memang belum diumumkan sepenuhnya. Namun, jika mengacu pada Leapmotor B10, model Opel berpotensi memakai motor listrik tunggal bertenaga 160 kW atau sekitar 215 hp.
Pilihan baterainya juga memberi gambaran awal. Leapmotor B10 tersedia dengan dua opsi baterai, yaitu 56,2 kWh dan 67,1 kWh.
Pada baterai terbesar, jarak tempuhnya disebut mencapai sekitar 434 km dalam sekali pengisian daya. Angka itu membuat model berbasis teknologi ini terlihat cukup menjanjikan untuk kebutuhan harian maupun perjalanan yang lebih jauh.
Ada opsi range extender juga
Keluarga platform ini tidak hanya disiapkan untuk mobil listrik murni. Tersedia pula varian range extender yang memakai mesin bensin kecil untuk mengisi ulang baterai saat mobil berjalan.
Konfigurasi tersebut memberi peluang bagi pasar yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik penuh. Pada varian range extender, jarak tempuh totalnya diklaim bisa mencapai 900 km.
Sejauh ini Opel belum membuka seluruh spesifikasi resmi SUV listrik tersebut. Namun arah proyeknya sudah terlihat, yakni menghadirkan SUV keluarga yang lebih cepat masuk pasar dengan dukungan teknologi Leapmotor dan tampilan khas Opel.
