OpenAI Batasi Kata Goblin Di GPT-5.5, Jejak Mode Nerdy Ternyata Kebablasan

Author: Redaksi Android62

OpenAI menutup celah kebiasaan bahasa ChatGPT yang membuat model itu terlalu sering menyebut goblin, gremlin, troll, dan makhluk fantasi lain. Perusahaan kini memberi batasan khusus di GPT-5.5 agar istilah-istilah itu hanya muncul jika memang benar-benar relevan dengan pertanyaan pengguna.

Langkah itu bukan sekadar aturan gaya bahasa biasa. Di baliknya, OpenAI menemukan bahwa perilaku tersebut berakar pada efek samping pelatihan salah satu mode kepribadian ChatGPT yang dulu dirancang dengan nuansa “nerdy”.

Jejak dari mode yang sudah dipensiunkan

OpenAI menjelaskan bahwa sumber utama masalah ini berasal dari arketipe bergaya nerdy yang kini sudah tidak dipakai lagi. Pada periode tertentu, ChatGPT memang punya beberapa gaya jawaban, termasuk profesional, efisien, dan quirky, lalu pernah juga ada mode yang ingin dibuat “unapologetically nerdy”.

Walaupun hanya dipakai sekitar satu dari 40 respons saat masih tersedia, pengaruhnya terhadap pilihan kata model ternyata jauh lebih besar dari perkiraan. OpenAI menyebut dua pertiga dari seluruh penggunaan kata “goblin” datang dari interaksi yang memakai gaya nerdy itu.

Mode tersebut sudah dihentikan bulan lalu, tetapi jejak bahasanya sempat menyebar lebih luas ke perilaku model. Data internal OpenAI juga menunjukkan penyebutan kata “goblin” oleh ChatGPT melonjak hampir 40 kali lipat antara GPT-5.2 dan GPT-5.4.

Kenapa istilah fantasi itu bisa muncul terlalu sering

Menurut OpenAI, masalah ini muncul karena para insinyur tanpa sengaja memberi bobot terlalu tinggi pada metafora yang melibatkan makhluk fantasi saat membangun arketipe nerdy. Akibatnya, model jadi cenderung mengandalkan referensi seperti goblin, ogre, troll, dan gremlin lebih sering dari yang semestinya.

Dampaknya tidak berhenti pada kesan “nerdy” saja. Dalam beberapa jawaban, model mulai menyelipkan makhluk mitologis ke konteks yang sebenarnya tidak membutuhkan referensi seperti itu.

OpenAI juga menyebut bahwa saat pelatihan GPT-5.5 dimulai, penyebab pasti dari kebiasaan ini belum sepenuhnya dipahami. Karena itu, pola bahasa tersebut masih terbawa selama tahap pengujian model terbaru.

Bukan cuma goblin yang ikut terseret

Selain goblin, OpenAI menemukan ada kata lain yang juga dipakai berlebihan. Perusahaan menyebut istilah seperti “raccoon” dan “pigeon” termasuk di antara kata-kata yang muncul terlalu sering.

Temuan itu memperkuat gambaran bahwa masalahnya bukan sekadar satu istilah yang kebetulan muncul berulang. Ada pola bahasa yang terbentuk di dalam model dan kemudian menyebar ke berbagai respons.

OpenAI lalu memilih langkah pengamanan langsung pada GPT-5.5. Model itu diberi instruksi eksplisit untuk menghindari penyebutan goblin, gremlin, dan troll kecuali konteks pertanyaannya memang menuntut.

Mengapa larangan itu muncul di prompt sistem

Larangan spesifik di system prompt sempat memancing perhatian pengguna di forum Reddit. Banyak yang menilai aneh karena ada pembatasan langsung terhadap makhluk fantasi di dalam instruksi model baru.

Setelah penjelasan OpenAI, alasan di balik batasan itu menjadi jelas. Langkah tersebut ternyata dibuat sebagai respons atas pola bahasa yang sudah terdeteksi pada model sebelumnya, bukan keputusan acak tanpa dasar.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa penyesuaian model tidak selalu cukup dilakukan lewat data pelatihan saja. Dalam kasus tertentu, aturan eksplisit di level sistem juga diperlukan untuk menahan kebiasaan yang sudah terlanjur terbentuk.

Pelajaran dari kasus yang tampak ringan

Kasus ini menunjukkan bahwa model AI bisa mengembangkan kebiasaan bahasa yang menyebar tanpa segera disadari tim pembuatnya. Walau terdengar sepele, pola seperti ini tetap penting karena bisa membuat jawaban terasa janggal bagi pengguna.

Bagi ChatGPT, efek samping dari mode nerdy itu memperlihatkan betapa kecilnya perubahan dalam pelatihan bisa berdampak besar pada pilihan kata. OpenAI pada akhirnya harus membatasi kecenderungan itu agar respons model tetap lebih fokus pada konteks pertanyaan.

Bagi pengguna, perubahan ini berarti jawaban ChatGPT diharapkan terasa lebih terkendali. Setidaknya untuk sekarang, obsesi model pada goblin dan kerabat fantasinya sedang dibatasi secara aktif.

Source: www.androidauthority.com
Berita Terbaru