Ora Ballet Cat tampil lebih serius dari sekadar mobil listrik bergaya retro. Model besutan Great Wall Motor ini kini mengusung motor listrik berkode QT36TZ220001 dengan tenaga 150 kW atau 201 hp, naik dari versi sebelumnya yang berada di 169 hp.
Peningkatan itu juga diikuti kenaikan kecepatan maksimum dari 155 km/jam menjadi 180 km/jam. Dengan perubahan tersebut, Ballet Cat diharapkan lebih kompetitif di segmen hatchback listrik yang semakin padat pemain.
Desain yang sengaja memancing nostalgia
Secara tampilan, Ora Ballet Cat sangat mudah dikaitkan dengan Volkswagen Beetle atau VW Kodok. Lampu depan bulat, spatbor melengkung, garis atap yang melandai, serta aksen krom di beberapa sisi bodi membuat kesan klasiknya terasa kuat.
Dimensinya juga tetap kompak, yakni 4.401 mm x 1.853 mm x 1.681 mm dengan wheelbase 2.750 mm. Kombinasi ini membuat mobil tersebut terlihat mungil, tetapi tidak kehilangan proporsi khas hatchback modern.
| Spesifikasi | Ora Ballet Cat |
|---|---|
| Panjang | 4.401 mm |
| Lebar | 1.853 mm |
| Tinggi | 1.681 mm |
| Wheelbase | 2.750 mm |
| Harga awal | 193.000–223.000 yuan |
Di dalam kabin, GWM memadukan unsur retro dan teknologi modern. Ada kamera swafoto, sistem hiburan digital, panel instrumen bulat, dan jok kulit berwarna pastel yang memberi karakter berbeda dari mobil listrik kompak pada umumnya.
Fitur unik yang membidik pengguna tertentu
Salah satu pembeda paling mencolok dari Ballet Cat adalah Lady Driving Mode, yaitu mode berkendara khusus wanita. GWM juga menambahkan Warm Man Mode, fitur yang dirancang untuk memberi kenyamanan ekstra bagi pengemudi wanita saat menstruasi.
Fitur-fitur itu menunjukkan bahwa Ballet Cat sejak awal memang dibangun dengan target pasar tertentu. Namun, arah pengembangannya kini tampak ingin diperluas agar mobil ini tidak lagi identik dengan satu segmen pembeli saja.
Harga, pasar, dan upaya memperluas daya tarik
Ballet Cat pertama kali diperkenalkan pada 2022 dengan banderol sekitar 193.000–223.000 yuan atau setara Rp500–600 jutaan. Di Indonesia, model seperti ini berpotensi menarik pengguna urban yang ingin tampil beda dengan mobil listrik kompak bergaya klasik.
Nama modelnya juga disebut tengah disiapkan untuk berubah menjadi Ora 6. Strategi itu mengikuti pola nama global yang lebih sederhana, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik di pasar luar negeri.
Penjualan belum sekuat tampilannya
Meski punya desain yang mudah mencuri perhatian, penjualan Ballet Cat di Tiongkok hingga pertengahan 2026 baru mencapai 8.523 unit. Angka tersebut masih tertinggal dari pesaing seperti BYD Dolphin dan Wuling Air EV.
GWM membutuhkan dorongan baru agar produk ini lebih kuat secara komersial, terutama setelah peningkatan tenaga dan kecepatan maksimum. Mobil ini juga memakai baterai LFP dari Svolt, meski kapasitas resminya belum diumumkan.
Di sisi lain, Indonesia sedang mendorong transisi ke kendaraan listrik lewat insentif pembelian dan keringanan pajak. Dengan jaringan SPKLU yang terus bertambah di kota-kota besar, peluang GWM untuk membawa model ini ke pasar Tanah Air masih terbuka lebar.
| Perbandingan | Versi Sebelumnya | Versi Terbaru |
|---|---|---|
| Tenaga | 169 hp | 201 hp |
| Kecepatan maksimum | 155 km/jam | 180 km/jam |
Dengan kombinasi desain nostalgia, fitur yang tidak biasa, dan tenaga yang lebih besar, Ora Ballet Cat tetap punya posisi unik di antara hatchback listrik lain. Tantangannya kini bukan lagi sekadar menarik perhatian, tetapi membuktikan bahwa karakternya juga cukup kuat untuk bertahan di pasar yang makin ramai.







