Oscar Bruzon memastikan kebersamaannya dengan East Bengal akan berakhir pada penghujung musim ini. Laga melawan Mumbai City FC di Mumbai Football Arena pun berubah menjadi momen perpisahan bagi pelatih asal Spanyol itu, meski timnya masih berada dalam persaingan ketat di papan atas Liga Super India.
Keputusan tersebut datang saat East Bengal masih punya peluang besar untuk menutup musim dengan catatan terbaik mereka di ISL. Red and Gold Brigade saat ini menempati posisi keempat dengan 18 poin, hanya terpaut satu angka dari Mumbai City yang ada di atas mereka, sehingga duel ini ikut menentukan peta persaingan.
Di atas kertas, pertandingan ini membawa tekanan untuk kedua kubu. East Bengal datang sebagai tim paling produktif di liga setelah membukukan 25 gol, sementara Mumbai City membutuhkan kemenangan untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir.
Bruzon memilih tidak membiarkan kabar pribadinya mengganggu fokus tim. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh mengalihkan perhatian dari empat laga terakhir musim ini yang masih sangat penting bagi East Bengal.
“Saya ingin menjelaskan situasi East Bengal dan pertandingan yang akan kami mainkan pada Selasa, yang sangat penting,” ujar Bruzon. Ia juga menyebut akan mengonfirmasi keputusan pribadinya serta menanggapi spekulasi yang beredar di media sosial dalam 24 jam terakhir.
Pelatih berusia asal Spanyol itu mengatakan telah berada di East Bengal selama hampir dua tahun dan menilai masa tersebut sebagai periode paling bersejarah dalam kariernya di India. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang terus memberi dukungan, baik ketika tim dalam masa sulit maupun saat tampil baik.
Bruzon menjelaskan bahwa pembicaraan teknis dengan manajemen sudah dimulai sejak awal 2025. Ia mengaku sempat menandatangani perpanjangan kontrak di klub pada 14 Februari 2025, lalu bersama manajemen mulai membahas urusan teknis dan ekonomi klub.
Namun, menurut Bruzon, belum ada arah jangka panjang yang jelas dari manajemen. Ia menyebut belum terlihat visi, misi, maupun kepastian soal perpanjangan kontrak pemain penting, sehingga dirinya memilih tidak melanjutkan tugas setelah musim ini selesai.
“Sampai sekarang tidak ada rencana jangka panjang, visi, atau misi dari manajemen klub. Tidak ada juga indikasi soal perpanjangan kontrak pemain penting,” kata Bruzon. Ia menegaskan keputusannya bersifat pribadi dan bukan karena masalah keuangan atau ketidakpastian umum dalam sepak bola India.
Meski sudah mengumumkan niat mundur, Bruzon menegaskan tetap akan bekerja profesional sampai kontraknya habis pada akhir Mei. Ia berjanji memberikan kemampuan terbaik selama masih menangani East Bengal.
Di tengah situasi itu, Bruzon tetap melihat adanya perkembangan dalam permainan tim sepanjang musim. Ia menilai sejumlah pemain berpengalaman memberi kontribusi penting, sehingga East Bengal mampu menunjukkan kemajuan sebagai sebuah tim.
Ia juga menyoroti kebangkitan Jerry, yang mendapat kesempatan bermain setelah beberapa laga dan tampil meyakinkan. Menurut Bruzon, situasi tersebut menunjukkan hasil kerja keras di sesi latihan dan kesiapan pemain saat peluang datang.
Dari kubu lawan, pelatih Mumbai City, Petr Kratky, mengakui kualitas East Bengal pada musim ini. Ia mengatakan timnya sudah menyiapkan pendekatan khusus untuk meredam ancaman dari tim tamu.
Kratky menilai kemenangan bisa diraih jika Mumbai City menjalankan apa yang sudah dilatih dan tampil habis-habisan di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya kerja kolektif, bukan hanya lini belakang, untuk menghadapi serangan East Bengal.
Kapten Mumbai City, Lallianzuala Chhangte, turut menyoroti dukungan suporter sepanjang musim. Ia berharap laga kandang terakhir ini bisa menjadi penutup yang membanggakan bagi para pendukung.
Chhangte menyebut suasana tim sedang positif dan energi latihan berjalan baik. Fokus mereka kini tertuju pada dua hal, yakni menyapu bersih sisa pertandingan dan mengeksekusi rencana taktis yang sudah disiapkan pelatih.







