Nasib OxygenOS di ponsel OnePlus global disebut semakin tidak pasti setelah muncul laporan bahwa OPPO akan menggantinya penuh dengan ColorOS. Jika kabar ini benar, OnePlus berpotensi kehilangan salah satu ciri paling kuat yang selama ini membedakannya dari merek Android lain.
Perubahan tersebut bukan sekadar soal tampilan perangkat lunak. Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari konsolidasi besar OPPO yang disebut akan melebur OnePlus dan realme ke dalam inti bisnis smartphone milik perusahaan induk tersebut.
Fokus OnePlus dipersempit ke dua pasar utama
Smartprix melaporkan, berdasarkan sumber industri anonim yang disebut sangat andal dan berpengalaman, bahwa OnePlus akan diarahkan untuk lebih fokus ke India dan China. Pada saat yang sama, realme disebut mengurangi bisnisnya di China agar bisa lebih menajamkan perhatian ke pasar luar negeri.
Arah itu memperlihatkan perubahan strategi yang cukup besar. Bagi pengguna di luar India dan China, muncul pertanyaan mengenai ketersediaan perangkat, dukungan jangka panjang, dan posisi OnePlus sebagai merek global.
| Merek | Arah Fokus | Implikasi Utama |
|---|---|---|
| OnePlus | India dan China | Fokus operasional menyempit |
| realme | Pasar luar negeri | Bisnis di China dikurangi |
ColorOS menggantikan OxygenOS dan realme UI
Laporan yang sama menyebut OxygenOS dan realme UI tidak akan lagi dipakai pada perangkat global masa depan. OPPO disebut memilih menyatukan pengalaman perangkat lunak di bawah ColorOS untuk seluruh perangkat yang berada di dalam ekosistemnya.
Bagi penggemar OnePlus, kabar ini terasa penting karena OxygenOS selama bertahun-tahun dianggap sebagai alasan utama memilih ponsel OnePlus. Citra antarmuka yang ringan, cepat, dan berbeda kini terancam menghilang dari pasar internasional.
Jarak OxygenOS dan ColorOS sebenarnya sudah makin tipis
Secara teknis, OxygenOS dan ColorOS sudah lama berada di jalur yang sama. Pada 2021, OnePlus menggabungkan keduanya lewat basis kode yang serupa, meski saat itu pengalaman perangkat lunaknya tetap dipisahkan berdasarkan wilayah pasar.
Dalam praktiknya, perbedaan di antara keduanya juga makin sulit dikenali. OxygenOS semakin sering dipandang sebagai versi ubahan dari ColorOS, dengan pembeda yang lebih banyak berada pada nama dan pendekatan pemasaran.
Di China, kondisi itu bahkan sudah terjadi lebih dulu. Ponsel OnePlus di negara tersebut sudah lama menggunakan ColorOS, menggantikan HydrogenOS yang sebelumnya dikenal sebagai varian China.
Respons resmi masih belum muncul
Hingga kini, belum ada kepastian resmi baru dari perusahaan terkait masa depan OxygenOS di pasar Amerika Serikat dan pasar global. Pada awal tahun, OnePlus Amerika Utara sempat menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan dan dukungan penuh kepada pengguna masih diberikan.
Namun, ketika dimintai tanggapan terbaru, perusahaan belum memberi jawaban. Kekosongan komentar ini membuat spekulasi terus berkembang, terutama karena perubahan yang dibahas menyentuh langsung identitas produk dan arah merek.
Jika konsolidasi tersebut benar-benar terjadi, dampaknya tidak berhenti pada urusan internal perusahaan. Pengguna akan merasakan perubahan paling besar pada software, sementara OnePlus berisiko kehilangan pembeda yang selama ini membangun reputasinya di pasar Android global.
Source: www.androidauthority.com






