Di Dalam Pabrik Alfa, Motor Listrik Buatan Indonesia Ini Ternyata Dirakit Serba Digital

Author: Redaksi Android62

Alfa menegaskan motor listrik buatannya lahir dari proses manufaktur yang terstruktur dan diawasi ketat. Melalui pembukaan pabrik di Cikarang, Jawa Barat, perusahaan itu memperlihatkan bahwa kendaraan mereka bukan sekadar hasil perakitan sederhana.

Di fasilitas tersebut, setiap tahapan produksi direkam secara digital sehingga riwayat tiap kendaraan dapat ditelusuri bila muncul kendala di kemudian hari. Sistem ini menjadi bagian penting dari upaya Alfa menjaga konsistensi produksi sekaligus memudahkan pengawasan mutu.

Produksi Serba Terhubung

Salah satu sorotan utama dari lini produksi Alfa adalah penggunaan Automatic Guided Vehicle atau AGV untuk memindahkan komponen dari gudang ke area perakitan. Penggunaan sistem otomatis ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan risiko kesalahan selama proses produksi.

Di tahap perakitan, operator juga dibantu sistem digital agar baut dan komponen dipasang sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan pola kerja seperti ini, pabrik dapat menjaga ritme produksi tanpa mengandalkan cara manual sepenuhnya.

Fasilitas, Karyawan, dan Pengembangan Produk

Fasilitas manufaktur Alfa berdiri di atas lahan sekitar 17.000 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 12.000 meter persegi. Pabrik tersebut mulai dibangun pada Juni 2022, bersamaan dengan persiapan peluncuran merek Alfa yang diperkenalkan pada Agustus 2022.

Saat ini Alfa memiliki lebih dari 300 karyawan, dan sebagian besar bekerja di fasilitas produksi di kawasan industri Cikarang. Dalam kunjungan itu, pengunjung juga diperlihatkan sejumlah konsep desain motor yang dikembangkan perusahaan, termasuk prototipe yang pernah terlihat saat menjalani pengujian jalan sebelum peluncuran resmi.

Alfa menyebut seluruh desain motornya dikerjakan oleh tim di Indonesia. Dalam proses desain dan pengujian produk, perusahaan juga mendapat masukan dari mitra internasional.

TKDN dan Kapasitas Produksi

Alfa One dan Alfa Servo disebut sudah mencapai sekitar 43 persen TKDN. Sejumlah komponen seperti suspensi, rem, rangka, dan berbagai bagian lain telah diproduksi secara lokal.

Namun, beberapa komponen utama termasuk baterai masih menggunakan pasokan impor karena industri pendukung di dalam negeri dinilai belum mencukupi. Perusahaan menegaskan komitmen untuk terus menambah porsi komponen lokal seiring perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

Dari sisi kapasitas, pabrik Alfa mampu memproduksi hingga 100.000 unit motor listrik per tahun. Meski begitu, kapasitas tersebut belum digunakan penuh karena perusahaan masih menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar.

Lini produksinya juga dirancang fleksibel, sehingga beberapa model motor dapat dibuat secara bersamaan tanpa menghentikan jalur yang sedang berjalan.

Uji Ketat Sebelum Dikirim ke Konsumen

Di area belakang pabrik, Alfa menyiapkan trek khusus untuk menguji berbagai aspek performa motor sebelum dikirim ke konsumen. Lintasan itu mencakup jalur lurus, tanjakan, speed trap, dan kolam air dengan kedalaman 30 sampai 50 sentimeter.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan memenuhi standar internal perusahaan. Salah satu kemampuan yang diperlihatkan adalah Alfa Servo yang dapat melewati genangan air hingga setengah meter.

Kemampuan itu didukung sertifikasi IP67 pada sistem motor listrik, disertai desain drainase yang membantu pembuangan air lebih cepat. Motor juga diuji pada tanjakan hingga 17 derajat untuk memastikan performa sistem penggerak dengan teknologi gearbox dan Next Generation Powertrain.

Melalui pembukaan pabrik ke publik, Alfa berupaya menunjukkan bahwa motor listrik buatannya dirancang, dirakit, dan diuji dengan dukungan teknologi modern di Indonesia.

Berita Terbaru