Pajak Kendaraan Kembali ke Desa, Jateng Gelontorkan Rp 1,7 Triliun untuk Bankeupemdes

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa atau Bankeupemdes sebesar Rp 1,7 triliun pada 2026. Alokasi ini menjadi salah satu suntikan terbesar bagi desa-desa di Jawa Tengah karena sebagian besar bersumber dari pendapatan pajak kendaraan bermotor.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Eko Sukoco, menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali ke masyarakat melalui bantuan keuangan untuk sarana dan prasarana desa. Menurut dia, dana tersebut diarahkan untuk pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa.

Disalurkan ke 13.093 titik di 29 kabupaten

Bankeupemdes 2026 akan dibagikan ke 13.093 titik di 29 kabupaten di Jawa Tengah. Besaran bantuan yang diterima tiap desa tidak sama, dengan kisaran Rp 50 juta hingga Rp 200 juta, tergantung pada jenis kegiatan yang dijalankan.

Pemerintah provinsi menempatkan program ini sebagai instrumen untuk memperkuat pembangunan desa. Selain memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, dana tersebut juga ditujukan agar memberi efek berganda bagi ekonomi lokal.

Fokus pada infrastruktur dan layanan desa

Pemanfaatan dana Bankeupemdes mencakup pembangunan jalan, jembatan, dan saluran irigasi. Bantuan ini juga menyasar fasilitas pendidikan, sosial, budaya, dan olahraga di desa.

Eko mengatakan, skema tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di desa. Pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari masyarakat setempat menjadi bagian dari dampak yang diharapkan.

Nilai alokasi naik dari tahun sebelumnya

Nilai Bankeupemdes pada 2026 juga lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, alokasinya sekitar Rp 1,6 triliun, lalu naik menjadi Rp 1,7 triliun pada 2026.

Menurut Eko, kenaikan itu menunjukkan perhatian pemerintah provinsi terhadap desa. Ia menilai dana yang beredar melalui bantuan tersebut akan memberi multiplier effect bagi perekonomian desa.

Manfaat sudah dirasakan di Banyubiru

Salah satu penerima Bankeupemdes adalah Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pada 2025, desa ini menerima bantuan untuk pembangunan talud drainase dan talud penahan tebing di sejumlah dusun.

Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, mengatakan bantuan Rp 200 juta digunakan untuk pembangunan talud drainase di Dusun Cerbonan dan Tegalwuni. Selain itu, bantuan Rp 50 juta dipakai untuk membangun talud penahan tebing di Dusun Dangkel.

Anggoro menyebut manfaat program itu dirasakan langsung oleh warga. Pembangunan tersebut membantu mengurangi risiko banjir dan longsor, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata di desa.

Pengerjaan libatkan warga setempat

Seluruh pekerjaan di Banyubiru dilakukan dengan pola pemberdayaan masyarakat. Dana yang masuk ke rekening desa dikelola bersama Tim Pelaksana Kegiatan atau TPK dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Pembelian material juga dilakukan di toko-toko desa agar perputaran uang tetap berada di lingkungan setempat. Anggoro mengatakan, cara kerja itu membuat dampak ekonomi program lebih terasa bagi warga.

Source: regional.kompas.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru