Crystal Palace dan Rayo Vallecano sama-sama meraih modal penting di leg pertama semifinal Liga Conference 2025/26. Palace pulang dari markas Shakhtar Donetsk dengan kemenangan 3-1, sedangkan Rayo Vallecano menundukkan Strasbourg 1-0 di kandang sendiri.
Dua hasil itu membuat jalan menuju final terbuka lebih lebar, meski belum ada yang benar-benar aman. Palace kini berada dalam posisi paling nyaman karena unggul dua gol, sementara Rayo masih harus menjaga keunggulan tipis saat tampil di leg kedua.
Palace langsung menekan sejak detik awal
Crystal Palace tidak membuang waktu saat menghadapi Shakhtar Donetsk di Synerise Arena, Krakow. Laga baru berjalan 21 detik ketika Ismaila Sarr mencetak gol pembuka setelah menerima umpan Jean-Philippe Mateta dan menuntaskannya dengan tenang.
Gol cepat itu memberi Palace kontrol awal atas pertandingan. Tim asal Inggris tersebut kemudian mampu menjaga ritme permainan dan memaksa Shakhtar lebih banyak bereaksi.
Shakhtar sempat bangkit pada awal babak kedua. Oleg Ocheretko menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-47 setelah memanfaatkan bola dari situasi sepak pojok Kaua Elias.
Namun, keadaan itu tidak bertahan lama. Palace segera merespons dengan cara yang rapi dan kembali mengambil alih keunggulan.
Daichi Kamada membawa tim tamu memimpin lagi pada menit ke-58. Ia melepaskan tembakan mendatar dari tengah kerumunan pemain di dalam kotak penalti.
Menjelang akhir pertandingan, Palace menambah jarak lewat Jorgen Strand Larsen pada menit ke-84. Serangan balik cepat kembali menjadi senjata utama, dan celah di lini belakang Shakhtar berhasil dimanfaatkan untuk memastikan kemenangan 3-1.
Rayo menang hemat gol, tetapi tetap berharga
Di laga lain, Rayo Vallecano memilih jalur yang lebih sederhana namun efektif. Mereka menaklukkan Strasbourg 1-0 di Estadio de Vallecas setelah tampil dominan sepanjang pertandingan.
Strasbourg kesulitan mengembangkan permainan dan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Situasi itu membuat Rayo lebih leluasa mengatur alur laga meski gol baru hadir setelah turun minum.
Penantian tuan rumah berakhir pada menit ke-54. Alemao menyundul bola hasil sepak pojok Isi Palazon dan menjadikannya satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Keunggulan satu gol itu memberi Rayo bekal penting sebelum bertandang ke Prancis. Dengan kemenangan tanpa kebobolan, mereka setidaknya menjaga peluang tetap terbuka untuk lolos ke final.
VAR ikut mewarnai akhir laga Strasbourg
Drama sempat muncul di menit-menit akhir ketika Strasbourg berharap mendapat penalti. Andrew Omobamidele terlihat terkena tendangan kaki tinggi di area terlarang, tetapi wasit membatalkan peluang itu setelah memeriksa VAR.
Keputusan tersebut menjaga keunggulan Rayo sampai laga selesai. Bagi Strasbourg, momen itu menjadi kesempatan yang hilang untuk membawa pulang hasil yang lebih baik dari Vallecas.
Leg kedua akan jadi penentu
Mengacu pada laman resmi UEFA, leg kedua semifinal Liga Conference 2025/26 akan berlangsung pada 8 Mei 2026. Crystal Palace dijadwalkan menjamu Shakhtar Donetsk, sedangkan Strasbourg gantian menjadi tuan rumah saat menghadapi Rayo Vallecano.
Situasi itu membuat dua laga balasan nanti punya beban yang berbeda. Palace membawa keunggulan yang lebih leluasa, sedangkan Rayo harus bermain lebih hati-hati agar modal tipis dari kandang tetap terjaga sampai akhir.
