Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menjadi sorotan setelah menggelar rapat evaluasi di kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan anggaran mencapai Rp129,3 juta. Kegiatan yang berlangsung pada 4-5 Juni 2026 itu juga disertai wisata menggunakan kendaraan jeep.
Agenda tersebut berlangsung di tengah dorongan efisiensi anggaran yang sedang digencarkan pemerintah. Karena itu, pilihan lokasi di luar daerah dan adanya wisata tambahan memunculkan pertanyaan soal urgensi kegiatan tersebut, terutama di saat pemerintah pusat dan daerah sama-sama memangkas belanja.
Diikuti 38 puskesmas
Kegiatan itu melibatkan perwakilan dari 38 puskesmas di Kabupaten Brebes. Setiap puskesmas mengirim lima peserta, yang terdiri dari kepala puskesmas dan tenaga kesehatan yang tergabung dalam program Cek Kesehatan Gratis atau CKG.
Komposisi peserta ini menunjukkan bahwa rapat tersebut bukan kegiatan kecil. Namun, besarnya skala acara justru menambah perhatian publik karena dilakukan di luar daerah dan dikaitkan dengan pembiayaan yang nilainya mencapai lebih dari seratus juta rupiah.
Koordinasi internal dipertanyakan
Polemik melebar setelah Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengaku tidak mengetahui adanya agenda rapat luar kota itu. Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya mengenai koordinasi dan pengawasan internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.
Di sisi lain, Dinkes Brebes menyatakan kegiatan tersebut tidak memakai APBD Kabupaten Brebes. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Heru Padmono menegaskan bahwa seluruh pembiayaan berasal dari Dana Alokasi Khusus atau DAK dari pemerintah pusat untuk mendukung program Cek Kesehatan Gratis.
” Kita pakai anggaran DAK, bukan anggaran Kabupaten Brebes,” kata Heru. Penjelasan itu menjadi dasar dinas untuk membantah anggapan bahwa kegiatan tersebut membebani kas daerah di tengah kebijakan penghematan belanja.
Meski begitu, perhatian publik belum mereda karena persoalan yang dipersoalkan bukan hanya sumber dana, melainkan juga pilihan bentuk kegiatan dan sensitivitasnya terhadap situasi efisiensi anggaran. Kombinasi rapat evaluasi, lokasi wisata, dan aktivitas jeep membuat agenda ini terus dibandingkan dengan pesan penghematan yang sedang ditekankan pemerintah.
