Lenovo Legion Tab Gen 5 datang dengan satu masalah yang langsung menonjol di tengah semua keunggulan yang dibawanya: panas berlebih saat dipakai bermain game intensif. Tablet ini memang dibangun untuk menarik perhatian para gamer mobile, tetapi hasil pengujian menunjukkan suhu tinggi dapat memicu thermal throttling dan membuat performanya tidak selalu stabil.
Itu menjadi catatan penting karena perangkat ini membawa spesifikasi yang sangat agresif untuk ukuran tablet ringkas. Lenovo memasangkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar 8,8 inci, dan refresh rate 165 Hz untuk mengejar pengalaman bermain yang cepat dan mulus.
Layar cepat dan perangkat keras kelas atas
Dari atas kertas, Legion Tab Gen 5 memang sulit diabaikan. Panel 8,8 inci dengan refresh rate 165 Hz menjadi salah satu daya tarik utamanya, terutama untuk game kompetitif yang membutuhkan tampilan responsif.
Namun, keunggulan layar seperti itu tidak selalu terasa penuh di praktiknya. Banyak game Android belum mampu memanfaatkan frame rate setinggi 165 Hz, sehingga potensi panel ini belum tentu terpakai maksimal dalam semua skenario.
Di sisi performa, Snapdragon 8 Elite Gen 5 memberi bekal yang sangat kuat untuk tablet gaming. Kombinasi ini membuat Legion Tab Gen 5 tampil sebagai perangkat yang secara spesifikasi memang serius mengejar kelas atas.
Daya tahan dan konektivitas dibuat praktis
Lenovo juga menyiapkan baterai 9.000 mAh untuk mendukung penggunaan yang panjang. Kapasitas sebesar ini membuat tablet tetap sanggup dipakai bermain game berat selama berjam-jam tanpa harus terus terhubung ke pengisi daya.
Ada pula dua port USB-C yang dipasang pada bodi. Salah satunya ditempatkan di sisi perangkat agar pengisian daya tetap nyaman saat tablet digunakan dalam orientasi landscape.
Panas menjadi hambatan terbesar
Meski Lenovo mengklaim sudah memakai solusi pendinginan yang dioptimalkan untuk membuang panas, hasil pengujian menunjukkan tantangan termal tetap menjadi masalah utama. Saat sesi gaming intensif, suhu perangkat naik cukup tinggi dan memicu thermal throttling.
Dampaknya terasa langsung pada performa. Kecepatan yang ditawarkan chip kelas atas tidak selalu bisa dipertahankan secara stabil ketika beban kerja meningkat, sehingga ambisi sebagai tablet gaming kencang jadi tidak sepenuhnya mulus.
Tablet ini juga tidak memiliki pendingin aktif. Pengguna yang ingin solusi tambahan harus mencari aksesori pihak ketiga yang banyak dijual di internet.
Bukan cuma untuk bermain game
Di luar fokus utamanya, Legion Tab Gen 5 juga mendukung active stylus. Fitur ini membuatnya lebih fleksibel untuk kebutuhan lain, termasuk menggambar sederhana atau dipakai sebagai perangkat catatan.
Lenovo turut memberi sentuhan desain yang menegaskan identitas gamer. Efek RGB di bagian belakang membuat tablet ini tampil berbeda dan lebih khas dibanding tablet biasa.
Dengan kombinasi prosesor cepat, layar 165 Hz, dua port USB-C, dan baterai besar, Legion Tab Gen 5 jelas punya modal kuat untuk masuk ke kelas tablet gaming yang kompetitif. Tetapi selama masalah panas belum benar-benar teratasi, perangkat ini masih menyisakan pertanyaan besar soal seberapa jauh ambisi “King of Mobile Gaming” itu bisa diwujudkan.
