Pancasila Ditekankan Sebagai Pedoman Keadilan Sosial, Padang Panjang Ajak Warga Jaga Persatuan

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Kota Padang Panjang menempatkan keadilan sosial dan perlindungan terhadap kelompok rentan sebagai bagian penting dari semangat Pancasila. Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Balai Kota, pesan yang mengemuka bukan hanya soal persatuan, tetapi juga soal bagaimana kebijakan daerah harus memberi manfaat yang adil bagi seluruh warga.

Upacara itu dipimpin Wakil Wali Kota Allex Saputra dan dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Wita Desi Susanti, Ketua GOW Sri Hidayani Allex, Ketua DWP Trinanda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, ASN, serta peserta lainnya. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan organisasi perempuan menunjukkan bahwa pesan kebangsaan ingin ditegaskan di ruang pemerintahan secara luas.

Dalam upacara tersebut, Allex membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Pesan utamanya menekankan bahwa Pancasila tetap menjadi kekuatan yang menjaga persatuan Indonesia di tengah situasi dunia yang tidak pasti dan rawan perpecahan.

Pidato itu juga menggambarkan Pancasila sebagai “bintang penuntun” yang membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan zaman. Indonesia disebut sebagai contoh bagaimana ribuan pulau dan ratusan etnik dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

Pesan persatuan tersebut tidak berdiri sendiri. Peringatan itu mengingatkan bahwa keberagaman tidak otomatis menjadi sumber harmoni, karena persatuan tetap harus dijaga bersama melalui nilai-nilai dasar bangsa.

Pembangunan tidak cukup hanya mengejar angka

Amanat BPIP menegaskan bahwa cita-cita Indonesia maju tidak bisa hanya ditopang pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Penguatan moral, karakter, dan nilai kemanusiaan dalam Pancasila harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan digital.

Bagi pemerintah daerah, penekanan ini menjadi relevan karena kebijakan publik berhadapan langsung dengan kebutuhan warga setiap hari. Pembangunan diminta tidak sekadar mengejar capaian, tetapi juga memastikan hasilnya dirasakan adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kerangka itu, Pancasila diposisikan sebagai pedoman agar pembangunan tetap berpihak pada manusia. Nilai kebangsaan tidak berhenti di upacara, melainkan perlu hadir dalam cara pemerintah merancang dan menjalankan kebijakan.

Toleransi dan persaudaraan ikut ditegaskan

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Padang Panjang juga membawa pesan kuat tentang toleransi dan persaudaraan. Seluruh elemen bangsa diajak melawan intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu persatuan nasional.

Pesan tersebut memperjelas bahwa semangat kebangsaan harus tampak dalam sikap sehari-hari, bukan hanya dalam seremoni. Di tengah masyarakat yang beragam, nilai Pancasila menjadi rujukan untuk menjaga ruang hidup bersama tetap aman dan harmonis.

Melalui peringatan di Balai Kota, Pemerintah Kota Padang Panjang menempatkan Pancasila sebagai dasar untuk merawat persatuan dan menguatkan gotong royong. Di saat yang sama, arah pembangunan diingatkan agar tetap berjalan dengan semangat keadilan sosial dan penghormatan terhadap keberagaman.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru