Para Penyihir Paling Tua Jujutsu Kaisen, Dari Sukuna Sampai Tengen Yang Mengguncang Cerita

Author: Redaksi Android62

Dalam Jujutsu Kaisen, tokoh paling berbahaya tidak selalu datang dari generasi modern. Justru banyak ancaman terbesar lahir dari masa ratusan hingga ribuan tahun lalu, lalu kembali memengaruhi konflik besar di era Yuji Itadori.

Mereka bukan hanya tua, tetapi juga membawa teknik, tubuh, dan ambisi yang bertahan lintas zaman. Dari Raja Kutukan sampai penyihir reinkarnasi, para sosok ini menjadi penghubung langsung antara masa lalu dan kekacauan yang terjadi sekarang.

Ancaman yang hidup jauh sebelum era modern

Nama yang paling mencolok tentu Ryomen Sukuna. Ia berasal dari Era Heian, masa yang kerap disebut sebagai zaman keemasan jujutsu, dan keberadaannya sudah melampaui seribu tahun.

Setelah kematiannya, Sukuna bertahan melalui 20 jari terkutuk. Pada akhirnya, ia bereinkarnasi di tubuh Yuji Itadori dan kembali menjadi pusat ketegangan utama dalam cerita.

Di sisi lain, Master Tengen juga punya usia yang luar biasa panjang. Ia disebut telah hidup lebih dari 1.200 tahun dan memegang peran penting dalam menjaga penghalang di seluruh Jepang.

Walau tidak aktif bertarung, Tengen dikenal memiliki penguasaan teknik barrier terbaik di dunia. Namun, keabadiannya tidak sepenuhnya mutlak karena ia tetap harus berganti wadah setiap 500 tahun lewat ritual Star Plasma Vessel.

Otak di balik banyak kekacauan

Kenjaku juga termasuk sosok yang bertahan lebih dari 1.000 tahun. Ia dikenal sebagai otak di balik berbagai kekacauan besar yang memengaruhi jalannya cerita.

Perannya sangat terasa dalam Shibuya Incident dan Culling Game. Dua peristiwa itu menjadi titik penting yang mengubah arah konflik di Jujutsu Kaisen.

Cara hidup Kenjaku berbeda dari tokoh lain karena ia memindahkan otaknya dari satu tubuh ke tubuh lain. Ia pernah menggunakan tubuh Suguru Geto, bahkan tubuh ibu Yuji Itadori, sehingga pengalamannya selama ribuan tahun membuatnya sangat berbahaya secara taktis.

Jejak Era Heian yang belum hilang

Uraume adalah nama lain yang membawa bayang-bayang masa lampau ke era modern. Ia telah melayani Sukuna sejak Era Heian dan tetap menjadi pendukung utamanya sampai sekarang.

Karakter ini memiliki teknik kutukan es bernama Frost Calm yang dikenal mematikan. Keberadaannya di era modern diduga terjadi lewat teknik pembekuan diri atau bantuan Kenjaku.

Masih dari Era Heian, ada Yorozu yang juga telah melampaui usia 1.000 tahun. Ia dikenal memiliki obsesi mendalam terhadap Sukuna dan kemampuan bertarung di level tinggi.

Teknik konstruksinya membuat Yorozu mampu menciptakan zirah cair dan material keras untuk bertarung. Sosok ini memperlihatkan betapa kuatnya para penyihir dari masa lampau.

Takako Uro juga berasal dari Era Heian dan pernah menjadi kapten unit elit “Toh”. Ia kemudian bereinkarnasi di era modern sambil membawa dendam dari masa lalu.

Teknik kutukan Uro, Sky Manipulation, memungkinkannya memanipulasi ruang seolah-olah seperti permukaan kain. Kemampuan itu menjadikannya lawan yang sangat sulit diprediksi.

Penyihir tua dari era yang berbeda

Di antara nama tertua yang muncul dalam Culling Game, Dhruv Lakdawalla disebut sebagai penyihir tertua yang diperkenalkan. Usianya lebih dari 2.000 tahun dan jejaknya sudah ada sejak masa Yayoi.

Ia pertama kali menaklukkan kepulauan Jepang pada masa lampau dan kemudian bereinkarnasi lewat kontrak dengan Kenjaku. Teknik kutukannya memanfaatkan lintasan shikigami sebagai wilayah kekuasaan.

Dari Era Edo, ada Ryu Ishigori yang dikenal memiliki output energi kutukan tertinggi dalam sejarah. Ia bereinkarnasi karena merasa hidup lamanya belum memberi pertarungan yang benar-benar memuaskan.

Usianya melampaui 400 tahun, tetapi ambisi bertarungnya justru menjadi ciri paling menonjol. Ryu menggambarkan era ketika duel jujutsu berlangsung tanpa henti.

Kashimo Hajime juga berasal dari Era Edo dan dijuluki “Dewa Petir”. Pada masanya, ia disebut sebagai penyihir terkuat dan memiliki satu tujuan utama, yaitu bertarung melawan Ryomen Sukuna.

Ia membuat kontrak dengan Kenjaku agar bisa bereinkarnasi di masa depan. Motif itu membuat Kashimo hidup lebih dari 400 tahun hanya demi satu pertarungan penentuan.

Kutukan kuno yang bukan manusia

Tidak semua ancaman tua dalam Jujutsu Kaisen berbentuk penyihir. Kurourushi adalah roh terkutuk tingkat spesial yang lahir dari ketakutan manusia terhadap kecoa.

Keberadaannya sudah sangat lama dan menjadikannya layak masuk daftar entitas tertua dalam seri. Sebelum dilepaskan kembali dalam Culling Game di koloni Sendai, Kurourushi sempat disegel oleh Kenjaku.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa umur panjang di Jujutsu Kaisen hampir selalu terkait dengan cara yang ekstrem. Sukuna bertahan lewat jari terkutuk, Kenjaku lewat perpindahan tubuh, dan Tengen lewat keabadian yang tetap membutuhkan ritual tertentu.

Dari Era Heian, Edo, hingga masa yang jauh lebih tua, para sosok ini menjadi jembatan antara sejarah jujutsu dan konflik modern. Mereka bukan hanya pelengkap latar, tetapi penentu arah cerita yang terus membayangi generasi Yuji Itadori.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru