Harga Hyperliquid justru bergerak naik saat pasar kripto yang lebih luas sedang melemah. Token HYPE diperdagangkan di $45.17 pada hari Senin, naik sekitar 5% dalam 24 jam terakhir dan 69% dalam setahun.
Daya tarik utama di balik penguatan itu bukan hanya tokennya sendiri, melainkan juga perubahan besar dalam cara trader mencari eksposur ke perusahaan swasta bernilai tinggi. Melalui ekosistem perpetual futures Hyperliquid, terutama marketplace HIP-3, investor ritel kini ikut memburu nama-nama seperti SpaceX, Anthropic, dan OpenAI.
HIP-3 mengubah arah likuiditas
HIP-3 memberi kesempatan kepada tim pihak ketiga untuk meluncurkan pasar perpetual futures mereka sendiri. Menurut data Dune Analytics, kerangka ini sudah memproses lebih dari $120 miliar total volume sejak diluncurkan.
Pada 8 April, deployer HIP-3 menyumbang 48.1% dari total volume platform Hyperliquid. Angka itu nyaris menyamai porsi pasar native Hyperliquid sendiri dan menunjukkan bahwa aktivitas di platform mulai bergeser ke arah yang berbeda.
Perubahan ini membuka akses yang sebelumnya lebih dekat ke investor institusional. Kini trader ritel bisa mendapatkan eksposur harga pra-IPO lewat jalur on-chain yang lebih terbuka dan lebih cepat merespons pasar.
Harga pra-IPO terbentuk lebih cepat
TradeXYZ menjadi contoh yang paling jelas dari pola baru tersebut. Deployer HIP-3 terbesar ini mematok perpetual Cerebras dengan selisih hanya 3% dari debut Nasdaq perusahaan chip AI itu.
Di platform sekunder tradisional, harga yang terbentuk meleset 35%. Selisih tersebut memperlihatkan bahwa penemuan harga pra-IPO di on-chain bisa berjalan lebih cepat dan lebih akurat dibanding alternatif off-chain.
Matthew Pinnock, COO Altura DeFi, menilai rel kripto 24/7, leverage, dan partisipasi global membantu membentuk konsensus lebih cepat untuk aset private tahap akhir, terutama di sektor AI yang banyak digerakkan ritel. Diego Martin, CEO Yellow Capital, juga melihat perubahan ini sebagai awal pergeseran yang lebih besar dalam siapa yang mendapat kesempatan ikut serta.
SpaceX, Anthropic, dan OpenAI jadi target berikutnya
Minat pasar kemudian mengarah ke daftar nama yang lebih besar. SpaceX menargetkan IPO pada Juni yang dapat menggalang antara $75 miliar hingga $80 miliar, hampir dua kali total dana yang dihimpun seluruh IPO 2025 jika digabungkan.
Reuters melaporkan valuasi SpaceX bisa mencapai $1.75 triliun hingga $2 triliun. Anthropic dan OpenAI juga sama-sama membidik pencatatan yang dapat mengumpulkan $60 miliar pada valuasi di atas $1 triliun.
Di TradeXYZ, kontrak pra-IPO SpaceX dengan kode SPCX sudah aktif dengan reference price $150. Harga itu menyiratkan valuasi sekitar $1.78 triliun, sementara token tersebut diperdagangkan di $207 dan turun sekitar 10% dari puncak lokal $230 pada hari Senin.
Antusiasme pasar datang bersama risiko regulasi
Ekspektasi terhadap IPO besar itu juga sudah masuk ke prediction market. Di Myriad, pengguna memberi peluang 91% bahwa market cap penutupan SpaceX akan melampaui $1.3 triliun, dan peluang 67% bahwa Anthropic akan melantai lebih dulu daripada OpenAI.
Namun, pertumbuhan produk seperti ini tidak lepas dari sorotan regulator. Pinnock menilai regulator pada akhirnya bisa meninjau apakah produk pre-IPO perpetual berfungsi sebagai eksposur sekuritas yang tidak terdaftar bagi trader ritel.
OpenAI dan Anthropic juga sudah memperingatkan investor agar tidak memperdagangkan sekuritas yang terkait dengan perusahaan yang tidak mereka otorisasi. Di sisi lain, Intercontinental Exchange dan CME Group dilaporkan mendorong CFTC untuk menangani potensi risiko integritas pasar yang terkait dengan lingkungan perdagangan pseudonim milik Hyperliquid.
Hyperliquid Policy Center menolak kekhawatiran itu dengan menyebut transparansi platform tersebut “hostile” terhadap insider trading. Di tengah perdebatan yang terus berjalan, daya tarik utamanya tetap sama: infrastruktur kripto kini dipakai bukan hanya untuk aset digital, tetapi juga untuk membuka akses ke peluang finansial yang lebih luas.







