Pasar Smartphone Terancam Turun 15 Persen, Harga Ponsel Murah Makin Menekan

Pengiriman smartphone pada tahun ini diproyeksikan turun 15 persen, dan tekanan terbesar datang dari kenaikan harga ponsel entry-level yang sudah melonjak lebih dari 50 persen sejak tahun lalu. CCS Insight menilai kombinasi itu membuat pasar perangkat baru berada dalam posisi yang kian sulit.

Di saat yang sama, biaya produksi ikut terdorong naik karena harga memori meningkat tajam di tengah tren AI. Bagi konsumen, dampaknya mulai terasa lewat harga perangkat yang diperkirakan terus merangkak naik sepanjang tahun.

Ledakan AI mengubah peta pasokan komponen

Menurut CCS Insight, lonjakan permintaan server berkinerja tinggi akibat ledakan AI membuat produsen chip memori memprioritaskan produksi dengan margin lebih tinggi untuk server. Akibatnya, pasokan DRAM dan NAND untuk PC serta smartphone menjadi lebih terbatas.

Firma riset itu juga memperkirakan kondisi tersebut dapat memicu supercycle pasar memori hingga 2028. Analis riset CCS, Ben Hatton, mengatakan, “Krisis memori belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan tekanan pada produsen dan konsumen.”

Tekanan itu tidak muncul secara tiba-tiba. Pada Januari 2026, pasar smartphone global ditaksir turun paling rendah 5,2 persen ketika harga ponsel diproyeksi naik 6-8 persen.

Kemudian pada Februari 2026, para analis memprediksi penurunan pengapalan smartphone global sebesar 8 persen, dengan kenaikan harga sekitar 14 persen. CCS Insight bahkan mencatat pengiriman smartphone baru pada kuartal I-2026 sudah turun 4,4 persen meski distributor dan peritel lebih dulu menimbun stok.

HP murah paling terpukul

Menurut Hatton, komponen memori sekarang menyumbang lebih dari 30 persen dari biaya produksi, khususnya pada sejumlah model smartphone. Kondisi itu paling berat bagi ponsel murah, karena biaya memori dan penyimpanan mengambil porsi lebih besar dibandingkan pada smartphone premium.

CCS Insight menyebut beberapa ponsel murah sudah mengalami kenaikan harga hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, ruang bagi produsen untuk menjaga harga tetap rendah menjadi semakin sempit.

Pasar HP bekas justru bergerak naik

Di tengah melemahnya pasar ponsel baru, pasar smartphone bekas menunjukkan arah yang berbeda. CCS Insight mencatat pasar ponsel bekas terorganisir tumbuh 4 persen pada kuartal I-2026, didorong konsumen yang mencari alternatif perangkat murah.

Firma riset itu memperkirakan pasar smartphone bekas akan tumbuh sekitar 15 persen sepanjang tahun 2026. Namun, segmen ini juga menghadapi tantangan karena melambatnya pembelian smartphone baru bisa mengurangi pasokan perangkat bekas di pasaran.

Pasar ponsel bekas selama ini bergantung pada pengguna yang menjual perangkat lama mereka saat membeli model terbaru. Di sisi lain, siklus penggantian smartphone juga semakin panjang karena banyak pengguna kini mempertahankan perangkat lebih dari empat tahun sebelum membeli yang baru.

Perubahan perilaku itu berbeda dari beberapa tahun lalu, ketika konsumen umumnya mengganti smartphone setiap dua hingga tiga tahun. Menurut Ben Hatton, pasar smartphone bekas masih memiliki peluang untuk mengisi sebagian permintaan yang tak terpenuhi pasar perangkat baru, meski tantangan pasokan tetap menjadi persoalan utama dalam jangka pendek.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait