Pemadaman listrik bergilir di Jawa Timur mulai berkurang setelah pasokan batu bara untuk pembangkit PLN berangsur pulih. Kondisi itu membuat kebutuhan pengurangan beban di sejumlah wilayah ikut menurun secara bertahap.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perbaikan pasokan tersebut sebagai sinyal bahwa tekanan pada sistem kelistrikan mulai mereda. Meski begitu, pemulihan masih berjalan dan belum sepenuhnya selesai.
Beban puncak malam masih jadi perhatian
Sebelumnya, sistem kelistrikan Jawa Timur sempat mengalami kekurangan daya hingga 445 megawatt. Situasi itu paling terasa pada beban puncak malam hari, saat konsumsi listrik meningkat antara pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Emil mengatakan PLN bersama pusat pengatur beban telah berkoordinasi untuk menjaga stabilitas sistem di tengah gangguan pasokan. Saat daya tidak mencukupi, manajemen beban dilakukan pada jam-jam puncak agar jaringan tetap aman.
Pasokan membaik, pemadaman dikurangi bertahap
Emil menyampaikan kabar itu di Kantor DPRD Jatim, Senin (22/6). Menurut dia, pasokan batu bara mulai meningkat pada pekan ini sehingga kebutuhan pemadaman juga bisa ditekan.
“Kami mendapat kabar minggu ini pasokan sudah mulai meningkat sehingga kebutuhan pemadaman juga bisa dikurangi,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan proses pemulihan sistem kelistrikan berjalan, meski masih dalam tahap bertahap.
Madura sempat merasakan dampak paling besar
Salah satu wilayah yang cukup terdampak adalah Madura. Daerah itu sempat mengalami pemadaman listrik sejak pagi hingga menjelang siang.
Kondisi tersebut muncul saat sistem kelistrikan Jawa Timur sedang kekurangan daya. Dengan pasokan batu bara yang mulai pulih, frekuensi dan kebutuhan pemadaman diharapkan terus turun di wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak.
Source: jatim.jpnn.com






